Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Monday, 22 October 2018

Tips Sukses Menghadapi Ujian Tes CPNS, Contoh Soal, Kunci Jawaban dan Pembahasan

Tips Sukses Menghadapi Ujian Tes CPNS, Contoh Soal, Kunci Jawaban dan Pembahasan
Soal CPNS 2018

Pelamar CPNS 2018 yang sudah menyelesaikan tahap pendaftaran dan dinyatakan telah lolos dalam seleksi administrasi, alangkah baiknya jika mempersiapkan langkah untuk menuju pada tahap berikutnya. Bagi pelamar yang sudah dinyatakan lolos dalam seleksi administrasi oleh pihak panitia penyelenggara CPNS 2018 maka sudah bisa melakukan cetak kartu peserta untuk mengikuti ujian tes CPNS. Sembari menunggu pengumuman resmi dari pantia penyelenggara terkait pelaksanaan tes dan lokasi pelaksanaan tes, sebaiknya bagi para pelamar yang telah dinayatakan lolos dalam seleksi adminitrasi mempersiapkan diri dengan mempelajari materi-materi yang akan di ujikan pada tes Ujian CPNS 2018. Dengan mempersiapkan diri lebih awal akan membuat anda lebih matang dalam menghadapi soal-soal ujian tes CPNS. Selain dari itu pelamar yang berhak mengikuti tes Ujian CPNS di himbau untuk memantau lokasi pelaksanaan Ujian tes tersebut, dan yang tak kalah penting adalah mempersiapkan akomodasi agar anda tidak terburu-buru saat mengikuti tes.


Adapun Tes SKD atau seleksi Kemampuan Dasar yang akan kalian hadapi berupa Tes Berbasis Komputer atau dikenal dengan sitilah CAT (Computer Assisted Test). Pada tes ini akan dibagi menjadi tiga kriteria tes. Berikut ini saya berikan rincian Jumlah Soal, Jenis Soal, serta bagian-bagian tes SKD berbasis CAT. Sistem kelulusan menggunakan nilai ambang batas atau passing grade. Untuk nilai SKD adalah sebesar 40% sedangkan seleksi kemampuan bidang (SKB) sebesar 60%.

Menurut Deputi Sumber Daya Manusia aparatur kementerian RB Setiawan Wangsa Atmaja, setiap peserta akan mengerjakan soal sebanyak 100 butir soal yang terdiri dari:

Tes Wawasan Kebangsaan sebanyak 35 Soal, Tes Intelegensi Umum (TIU) 30 Soal, dan Tes Karakteristik Pribadi 35 Soal. 

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dimaksudkan untuk menilai dan mengetahui penguasaan pengetahuan dan mengimplementasikan integritas, nasionalisme, bahasa Indonesia, Bela Negara, Pilar Negara, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tes Wawasan Kebangsaan ini meliputi Tentang Kemampuan ber_Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, Sejarah Bangsa Indonesia, Sistem Tata Negara, Peran Bangsa Indonesia dalam Tatanan Global dan Regional.

Tes Intelegensia Umum (TIU) bertujuan untuk menilai kemampuan intelegensi yang dimiliki oleh peserta. Adapun kemampuan yang dites adalah Kemampuan verbal atau kemampuan dalam menyampaikan informasi secara lisan dan tulisan. Selanjutnya adalah kemampuan Numerik yaitu kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angkayang ada. Masing-masing soal dari tahapan ini jika benar akan mendapatkan nilai 5 dan jika jawaban salah maka nilainya adalah 0. Selain daripada itu TIU juga digunakan untuk menilai seberapa gesit peserta seleksi dalam menganalisa gambar, diagram dan simbol. Tes ini juga dimaksudakan untuk menilai cara berpikir peserta seleksi dalam menganalisis, berpikir logis, dan berpikiran secara runtut dan sistematis atau menyelesaikan permasalahan dengan cara berpikir sistematis.

Tes Karakteristik Pribadi (TKP) soal-soal yang ada dalam tes ini meliputi hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan Publik, Teknologi, Informasi dan Komunikasi, sosial budaya, jejaring kerja, profesionalisme, semangat berprestasi dan integritas diri. Tes ini juga bertujuan untuk menilai kemampuan peserta seleksi dalam berinovasi dan berkreatifitas, orientasi pelayanan pada orang lain, kemampuan mengendalikan diri, kemampuan beradaptasi, bekerja mandiri dan tuntas, kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan, bekerja sama dalam kelompok, serta kemampuan menggerakkan dan mengkordinir orang lain.

Kamu Juga Boleh Baca Curhatan ku : Pacarmu Belum Tentu Jodohmu

Maka dari itu peserta tes harus mengisi seluruh soal yang ada agar mendapatkan passing grade yang baik dan berhasil lolos serta melaju pada tahapan berikutnya. Guna mempersiapkan diri dalam melatih dan mengerjakan soal-soal tersebut disini saya akan membagikan file yang berisi soal yang dilengkapi dengan kunci jawaban dan pemabahasannya. Dengan banyak berlatih dan belajar mudah-mudahan salah satu dari kalian ada yang lolos dan diterima menjadi PNS 2018. Bagi kalian yang ingin mendownload file tersebut silahkan klik gambar dibawah ini
Tips Sukses Menghadapi Ujian Tes CPNS, Contoh Soal, Kunci Jawaban dan Pembahasan
Klik Gambar Untuk Download File
Setelah anda mendownloadnya jangan lupa dipelajari, supaya lebih siap dan lebih matang dalam menghadapi ujian tes cpns 2018.dalam file tersebut terdapat tiga jenis soal yang masing-masing sudah dilengkapi dengan kunci jawaban dan pembahasannya.

Sekian dari saya semoga artikel yang berjudul : Tips Sukses Menghadapi Ujian Tes CPNS, Contoh Soal, Kunci Jawaban dan Pembahasan bermanfaat dan bisa menghantarkan kalian menjadi PNS yang kalian idamkan.

Download Soal CPNS Lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Soal CPNS

CPNS 2018, Pendaftaran CPNS 2018 telah resmi ditutup dan kini memasuki babak baru yaitu tahap seleksi administrasi. Pada proses ini peserta yang mendaftarkan diri sebagai peserta CPNS 2018 akan menerima pemberitahuan dari panitia. Pemberitahuan tersebut langsung disampaikan melalui akun masing-masing, yang telah dibuat pada saat melakukan pendaftaran di sscn.bkn.go.id. Bagi peserta yang telah lolos dalam tahap seleksi administrasi maka akan dapat mencetak kartu peserta ujian yang digunakan untuk mengikuti tahapan tes. Kartu peserta yang telah diterbitkan oleh panitia melalui akun masing-masing wajib dicetak oleh peserta CPNS 2018 dan ditunjukkan pada saat tes nantinya. 

Rekomendasi Artikel Untuk Anda : Download Simulasi CAT CPNS Offline Untuk PC gratis

Namun, sebelum memasuki tahapan tes yang akan berlangsung sesuai dengan tempat dan jadwal yang telah ditentukan panitia, peserta terlebih dahulu mengirimkan berkas yang diminta oleh panitia, pengiriman berkas tersebut melalui kantor pos dengan mencantumkan no PO BOX sesuai dengan daerah masing-masing. adapaun berkas-berkas yang dilengkapi oleh calon peserta tes CPNS 2018 adalah sebagai berikut:

1. Foto Copy KTP
2. Foto Copi Ijazah yang telah di legalisir
3. Foto Copy Transkip Nilai yang telah dilegalisir
4. Foto ukuran 4x6 dengan background merah sebanyak 4 lembar
5. Surat Keterangan dari BAN-PT jika No Surat Akreditasi tidak tercantum di Ijazah dan Transkip Nilai.

Setelah berkas-berkas tersebut dikirim ke panitia daerah masing-masing, tahap selanjutnya adalah mengikuti tes. Tes akan dilakukan dengan menggunakan sistem CAT online. Jadi, untuk ujian tes CPNS saat ini tidak lagi menggunakan sistem tertulis atau offline. Tempat tes akan di tentukan oleh panitia daerah masing-masing, tentu saja menggunakan tempat yang luas dan memiliki unit komputer yang banyak.

Bagi kalian yang ingin lulus tes CPNS 2018, tentunya harus banyak belajar dan memahami soal-soal tes CPNS, baik itu berupa buku atau e-book. Disini saya akan sedikit membantu kalian mendapatkan soal-soal latihan tersebut yang dapat kalian gunakan untuk belajar menghadapi ujian CPNS 2018. Soal-soal latihan CPNS yang saya bagikan disini lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. ini akan sangat membantu kalian dalam mempelajari soal-soal tes tersebut. Soal Tes CPNS offline lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan ini bisa kalian dapat secara gartis disini, dalam file yang saya bagikan disini berisi tigal file yang berbeda namun ketiganya adalah soal latihan tes cpns lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Caranya silahkan download filenya dengan cara klik pada gambar berikut ini.

Klik Gambar Untuk Download File
Klik Gambar Untuk Download File nya
 Silahkan download File nya dan bagikan ke teman anda agar semua merasakan manfaatnya. Sekian artikel dari saya. Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul : Soal Tes CPNS offline lengkap dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan Semog kalian semua diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalani tes ujian cpns 2018.

Friday, 21 September 2018

Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)
Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

Mengenal Sibos Pintar

Anda Sedang Membaca Artikel yang Berjudul : Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

 

Link Artikel : Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

 

Apa Itu Sibos Pintar?


Sibos Pintar, Sebelumnya, Disini saya akan memperkenalkan dan mereview tentang aplikasi Sibos Pintar yang diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK Madrasah). Hadirya Sibos Pintar ini sempat menggemparkan dunia persilatan Operator Madrasah, pasalnya Aplikasi yang baru saja di rilis dan sama sekali belum ada sosialisasi tetapi sudah ada deadline hingga 30 September 2018. Padahal, Pihak Kanwil dan Kabupaten belum menerbitkan edaran terkait Aplikasi Sibos Pintar ini. Sambil menunggu Edaran resmi dari pihak Kanwil dan Kabupaten ada baiknya jika para operator khususnya untuk mempelajari Aplikasi Sibos Pintar supaya nanti tidak kaget ketika edaran resmi sudah turun dari pihak kanwil dan Kabupaten, dan Kalaupun aplikasi ini tidak jadi diterapkan di Madrasah anggap saja kita sudah mendapatkan ilmu tambahan.

Rekomendasi Bacaan Untuk Anda :Peran dan Fungsi Guru

Sibos Pintar adalah Sebuah sistem Informasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP), yang tujuannya adalah untuk memvalidasi penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar, untuk menuntaskan proses validasi data dengan Sibos Pintar ini tentu saja diperlukan beberapa tahapan yang harus dikerjakan. Awalnya, Sibos Pintar ini hanya dibagikan dalam bentuk aplikasi dekstop online yang hanya bisa diakses melalui internet. Artinya, Aplikasi SIbos Pintar yang sudah disimpan dalam Hardisk kita, kemudian sebagai pintu masuk untuk input data kedalam aplikasi harus menggunakan jaringan internet.

Manfaat Sibos Pintar


Dengan Hadirnya Aplikasi Sibos Pintar ini, diharapkan seluruh data penerima BOS dan PIP lebih akurat, terukur, dan lebih akuntable, dengan demikian penyaluran dana BOS dan PIP lebih tepat sasaran dan lebih mudah di monitor. Baru-baru ini Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK Madrasah) telah merilis aplikasi Sibos Pintar terbaru Pada Tanggal 20 September 2018, rilis terbaru ini lebih mudah dari aplikasi sebelumnya, sebab Sibos Pintar yang baru saja dirilis ini bersifat Portable. Jadi kita tidak perlu repot-repot installasi untuk menggunakannya. Kita hanya Mendownload kemudian Buka.

Dalam Rilis terbarunya Sibos Pintar ini mengalami beberapa Perubahan, diantaranya Terdapat Perubahan pada Jendela Log in. Pada Jendela Log in disediakan pilihan Wilayah Propinsi, disediakannya pilihan wilayah ini mengkin untuk membagi-bagi server dalam wilayah masing-masing, sehingga jika terjadi kelebihan akses pada wilayah tertentu yang akan mengalami kendala hanya pada wilayah tersebut, kira-kira seperti itu.

Langkah-langkah Penggunaan Aplikasi Sibos Pintar Rilis Terbaro 20 September 2018


Setelah rekan-rekan berhasil mendownload aplikasi Sibos Pintar ikuti Langkah-langkah berikut ini:
  1. Ekstrack Aplikasi Sibos Pintar Rilis Terabru 20 Sep 2018 yang sudah rekan-rekan Download tadi
  2. Buka Folder hasil Ekstrack tadi
  3. Klik dua kali pada "Sibospintar_Admin"
  4. Kemudian akan Muncul Jendela "Log in" 
  5. Selanjutnya, Klik Tombol "Pilih Propinsi"
  6. Setelah itu Klik dua kali pada Menu "Nasional"
  7. Klik Dua Kali pada Nama Propinsi Masing-masing
  8. Masukkan User ID beserta Passwordnya, selanjutnya Klik Log In (User ID Standar : NSM Masing-masing madrasah, Passwordnya : 12345).

Untuk Lebih Jelasnya silahkan rekan-rekan Download User Manual Sibos Pintar di Tautan Berikut ini: https://madrasah.kemenag.go.id/sibospintar/web/manual

dan Aplikasi Sibos Pintar Rilis terbaru 20 September 2018 Dapat anda Download pada tautan berikut ini : SIBOS PINTAR RILIS TERBARU

Terimakasih Telah Membaca Artikel yang Berjudul : Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

 Semoaga Artikel : Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install) bermanfaat Bagi Rekan-rekan sekalian.


Anda Juga dapat Membaca Artikel Menarik dan Terbaru Lainnya dengan Cara Klik Sitemap Selanjutnya Selamat Membaca.
 

Thursday, 20 September 2018

Peran dan Fungsi Guru

Peran dan Fungsi Guru
Peran dan Fungsi Guru
Peran dan Fungsi Guru

 

Anda Sedang Membaca Artikel yang Berjudul : Peran dan Fungsi Guru

Link Artikel : Peran dan Fungsi Guru


Status Guru mempunyai implikasi terhadap peran dan fungsi yang menjadi tanggungjawabnya. Guru memiliki satu kesatuan peran dan fungsi yang tidak dapat dipisahkan, antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih. Keempat kemampuan tersebut merupakan kemampuan integratif, yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lain. Misalnya, seseorang yang dapat mendidik tetapi tidak memiliki kemampuan membimbing, mengajar, dan melatih, maka ia tidak dapat disebut sebagai guru yang paripurna. Seharusnya, Seseorang yang memiliki kemampuan megajar, tetapi tidak memiliki kemampuan mendidik. membimbing dan melatih, juga tidak dapat disebut sebagai guru yang sebenarnya. Guru harus memiliki kemampuan keempat-empatnya, keempat kemampuan tersebut secara terminologis akademis dapat dibedakan antara satu dengan yang lain. Namun dalam kenyataan dan prakteknya di lapangan, keempat hal tersebut harus menjadi satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan.
Meskipun demikian, seorang guru adalah manusia biasa. Ia sama sekali bukan manusia super yang tanpa cacat. Guru adalah manusia biasa yang juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Itulah sebabnya, keempat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru berada dalam gradasi yang beraneka ragam. Ada guru yang memiliki kelebihan dalam satu kemampauan, tetapi kurang dalam kemampuan yang lain. Sebagai Contoh,ada guru yang dapat dijadikan panutan dalam tingkah laku siswa, tetapi sedikit kurang ilmu pengetahuan yang ditransfer melalui proses mengajar. Demikian seterusnya kemampuan dalam membimbing dan melatih.

Secara komprehensif seorang guru harus memiliki keempat kemampuan tersebut secara utuh, meski ada kemampuan mendidik lebih dominan dibandingkan dengan kemampuan yang lain. Sesuai dengan fokus kemampuannya, dapat disebut beberapa macam guru, misalnya guru pendidik, guru pembimbing, guru pelatih dan guru pengajar.

Berdasarkan tanggung jawab yang diembannya guru dapat dibedakan menjadi lima macam, yaitu:
  1. Guru Kelas, jika ia mempunyai tugas untuk mengajarkan sebagian besar mata pelajarandisatu kelas saja, dan ia tidak mengajar dikelas lain.
  2. Guru Mata Pelajaran, jika hanya memiliki tugas mengajar dan hanya satu pelajaran saja.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling, yakni guru yang diberi tugas untuk memberikan bimbingan bagi peserta didik, baik dalam menghadapi kesulitan belajar, maupun untuk memilih karir masa depan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.
  4. Guru Pustakawan, yakni guru yang selain memiliki tugas utamanya, ia juga diberi tugsa tambahan lain untuk mengurus perpustakaan sekolah.
  5. Guru Ekstrakurikuler, yakni guru yang diberi tugas tambahan lain sebagai pembimbing kegiatan ekstrakurikuler seperti, pembina pramuka, pembina olahraga, pembina kelompok ilmiah remaja, seni musik, seni tari dan sebagainya.
Secara ideal, seorang guru sebaiknya memang harus  memiliki banyak kemampuan pengetahuan dan keterampilan. Namun, kemampuan akademis pokok yang harus dimiliki adalah sebagai guru pengajar, yakni lebih memiliki kemampuan dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peserta didik. Adapun kemampuan yang lainnya sebagai kemampuan yang mendukung  terhadap kemampuan utamanya tersebut.

Sebagai Pendidik, Guru lebih banyak sebagai sosok panutan yang memiliki nilai moral dan agama yang patut ditiru dan diteladani.oleh siswa. COntoh dan keteladanan itu lebih merupakan aspek-aspek sikap dan perilaku, budi pekerti luhur, dan akhlaq mulia, seperti jujur tekun, mau belajar, amanah, sosial, dan sopan santun terhadap sesama. SIkap dan perilaku guru yang sehari-hari dapat diteladani oleh siswa di dalam maupun diluar kelas merupakan alat pendidikan yang diharapkan akan membentuk kepribadian siswa kelak dimasa mendatang.Dalam konteks inilah maka sikap dan prilaku guru menjadi semacam bahan ajar secara tidak langsung yang dikenal dengan 'Hidden Curiculum". SIkap dan prilaku menjadi bahan ajar yang secara langsung maupun tidak langsung akan ditiru dan di ikuti oleh para siswa. Dalam hal ini guru dipandang sebagai 'Role Model' yang akan digugu dan ditiru oleh muridnya.

Guru Sebagai Pengajar

Guru diharapkan memiliki pengetahuan yang luas tentang disiplin ilmu yang harus diampu untuk ditransfer kepada siswa. Dalam hal ini, guru harus menguasai materi yang akan diajarkan, menguasai penggunaan strategi dan metode mengajar yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar dan menentukan alat evaluasi pendidikan yang akan digunakan untuk menilai hasil belajar siswa, aspek-aspek manajemen kelas, dan dasar-dasar kependidikan.

Guru Sebagai Pembimbing

Guru Juga perlu memiliki kemampuan untuk dapat membimbing siswa, memberikan dorongan psikologis agar siswa dapat menepikan faktor-faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mengganggu proses pembelajaran di dalam maupun di luar sekolah, serta memberikan arah dan pembinaan karir siswa sesuai dengan bakat dan kemampuan siswa.

Guru Sebagai Pelatih

Guru harus memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada siswa untuk dapat menerapkan konsepsi atau teori kedalam praktek yang akan digunakan langsung dalam kehidupan. Dalam aspek ini, guru perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa agar siswa memperoleh pengalaman belajar sebanyak-banyaknya, khusunya untuk mempraktikkan berbagai jenis keterampilan yang mereka butuhkan.

Disisi lain guru sering dicitrakan memiliki peran ganda yang dikenal sebagai EMASLIMADEF (Education, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Inovator, Motivator, Dinamisator, Evaluator dan Fasilitator) EMASLIMADEF ini lebih merupakan peran kepala sekolah, tetapi dalam skala mikro di kelasperan itu juga harus dimiliki oleh para guru.

Sebagai Educator,

Merupakan peran yang pertama bagi seorang guru, khususnya untuk peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama. Peran ini lebih tampak sebagai teladan bagi peserta didik, sebagai 'role model' memberikan contoh dalam hal sikap dan prilaku membentuk kepribdaian peserta didik.'

Sebagai Manager, 

Guru Pendidik memiliki peran untuk menegakkan ketentuan dan tatatertib yang telah disepakati bersama disekolah, memberikan arahan atau rambu-rambu ketentuan agar tatatertib di sekolah dapat di laksanakn dengan baik oleh seluruh warga sekolah.

Sebagai Administrator

Guru memiliki peran untuk melaksanakan administrasi sekolah, seperti buku presensi siswa, buku daftar nilai, buku rapor, administrasi kurikulum, dan administrasi penilaian. Bahkan secara administratif para guru seyogyanya juga memiliki rencana mengajar, program semester dan program tahunan, dan yang paling penting adalah menyampaikan laporan pendidikan kepada orang tua siswa dan masyarakat.

Sebagai Supervisor

terkait dengan pemberian bimbingan dan pengawasan keapda peserta didik, memahami permasalahan yang dihadapi peserta didik, menemukan permasalahan yang terkai dengan proses pembelajaran, dan akhirnya memberikan jalan keluar pemecahan masalahnya.

 

Sebagai Leader

Memiliki peran sebagai Leader seorang guru lebih tepat dibandingkan dengan peran sebagai manager, karena manager bersifat kaku terhadap ketentuan yang ada. Dari aspek penegakkan disiplin, sebagai misal, guru menekankan disiplin mati. Sementara sebagai leader lebih memberikan kebebasan secara bertanggung jawab kepada peserta didik. Dengan demikian, disiplin yang ditegakkan oleh guru adalah disiplin hidup.

 

Sebagai Inovator

Dalam melaksanakan peran sebagai Inovator, seorang guru harus memiliki kemauan belajar yang cukup tinggi untuk menambah pengetahuan dan keterampilan sebagai guru. Tanpa adanya semangat belajar yang tinggi mustahil guru dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Sebagai Motivator

Adapun Peran Guru Sebagai Motivator terkait dengan peran sebagai Educator dan Supervisor. Untuk meningkatkan semangat dan gairah belajar yang tiggi, siswa perlu memiliki motivasi yang tinggi, baik motivasi dari dalam dirinya sendiri maupun motivasi dari luar yang utamanya berasal dari gurunya.


Terima Kasih Telah Membaca Artikel yang berjudul : Peran dan Fungsi Guru di Blog Alkasui.


Semoga bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita semua. Untuk Membaca Artikel Menarik dan Terbaru Lainnya Anda bisa mengunjungi Sitemap.
dan Happy Reading

Wednesday, 19 September 2018

Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah
Santri

Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

 

Anda Sedang Membaca Artikel yang berjudul : Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

 

Link Artikel : Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

 

Karakteristik Pendidikan Agama


Khazanah pendidikan Islam setidaknya menyebut tiga istilah yang mewakili kata pendidikan, yaitu Ta'lim, tarbiyah dan ta'dib. Istilah ta'lim mengesankan proses pemberian bekal pengetahuan kepada seseorang. Sedangkan Tarbiyah mengacu pada pengertian "Proses pembinaan dan pengarahan bagi pembentukan keperibadian dan sikap mental". Sementara istilah Ta'dib mempunyai makna sebagai proses pembentukan moral dan sikap etika dalam kehidupan dalam mengacu pada peningkatan martabat manusia. Istilah yang terakhir ini lebih tepat dengan pengertian "pembelajaran".

Berdasarkan ketiga istilah tersebut jelas bahwa pendidikan mengacu pada sebuah proses pembentukan atau pengarahan yang mencakup pengembangan aspek pengetahuan. Skill, sikap mental atau kepribadian dan moral atau etika. Karena bersentuhan dengan aspek pengembangan sikap, moral, dan kepribadian. Pendidikan Agama Islam sesungguhnya sangat sarat nilai. Sebagaimana sifat pendidikan nilai mempunyai muatan yang bersifat afektif, kognitif dan psikomotorik. Pendidikan agama islam memiliki prinsip-prinsip dasar yang harus disampaikan kepada peserta didik.meliputi dimensi keyakinan (ideologis, tauhid, aqidah) dimensi peribadatan (ritual ibadah) pengalaman (konsekuensi, akhlaq), penghayatan (eksperiencial, ihsan) dan dimensi pengetahuan (intelektual, 'ilm).

DImensi keyakinan disebut juga akidah atau iman kepada Allah (tauhid) menunjukkan kepada seberapa tinggi tingkat keyakinan seorang muslim terhadap kebenaran agamanya. Dalam islam isi dimensi ini menyangkut apa yang populer dinamakan pilar iman (arkaanul Iman). Karena keimanan merupakan aspek asasi, pendidikan agama disemua jenis dan jenjang pendidikan menempatkan iman sebagai salah satu kompetensi dasar yang sangat penting.

Dimensi peribadatan menunjukkan pada tingkat kepatuhan seseorang dalam menjalankan perintah atau amaliah ritual atau ibadah Mahdhah yang terkumpul dalam arkanul islam, yaitu syahadat, sholat, puasa zakat dan ibadah haji bagi sudah mampu, serta upaya peneguhan hubungan bagi upaya manusia dengan tuhan seperti dzikir, do'a, i'tikaf, dan lain-lain. Sebagaimana dimensi keyakinan, dimensi ibadah menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus diajarkan guru agama kepada peserta didik. Hanya saja, aspek ibadah ini harus di fahami secara tepat agar dalam pelaksanaan pembelajaran tidak terjebak pada verbalisme atau penekanan lebih kuat pada formalitas dan rutinitas semata. Ibadah harus difahami sebagai proses sadar untuk pembentukkan kepribadian dan pemupukan kualitas diri. Setiap ritual ibadah mempunyai rahasia (hikmah) yang harus disampaikan secara tepat kepada peserta didik baik melalui pembiasaan atau melalui riyadhah.

Rekomendasi Bacaan Untuk Anda: Apa Status Guru Sebenarnya?

Adapun dimensi pengamalan atau akhlaq merupakan perwujudan seberapa tinggi seorang muslim berprilaku karena di motivasi oleh ajaran agamanya. Akhlaq merupakan cerminan dari iman dan hasil dari peneguhan ibadah. Namun, pengertian akhlaq dalam islam tidak sekedar seperangkat peraturan mengenai sopan santun, cara bersalaman, cara berpakaian dan lain-lain, tetapi keseluruhan kepribadian muslim seperti kemandirian, kejujuran, kedisiplinan, bertanggung jawab, sikap tanpa pamrih, cinta ilmu, krittis, dan bekerja keras. NIlai-nilai seperti inilah yang mestinya menjadi bahan ajar pembelajaran diberbagai jenis dan jenjang pendidikan.

Menilik Prinsip-prinsio dasar diatas maka tujuan utama pendidikan islam bukanlah sekedar mengalihkan pengetahuan dan keterampilan (sebagai isi pendidikan), melainkan lebih merupakan suatu ikhtiar untuk menumbuh kembangkan fitrah insani sehingga peserta didik dapat menjadi penganut atau pemeluk agama yang taat dan baik (muslim paripurna). Seluruh dimensi keimanan, peribadatan, akhlak, penghayatan, dan pengetahuan keagamaan yang diberikan kepada peserta didik di orientasikan pada tujuan tersebut. Karena itu, muatan pendidikan agama haruslah bersifat komprehansif, serba meliputi segala hal yang berkaitan denga ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap atau kepribadian sebagai seorang muslim. Mutu pendidikan agama dan pencapaian prestasi peserta didik tidak begitu saja bisa ditagih lewat tes atau evaluasi hasil belajar yang selanjutnya nagka tinggi diberikan kepada meraka yang dapat menjawab dengan baik. Pendidikan agama lebih mempunyai muatan kualitatif lebih dari sekedar hafalan atau kemampuan kuantitatif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tertulis. Mutu dan keberhasilan pendidikan agama mestinya diukur dengan totalitas peserta didik sebagai pribadi muslim. Indikator yang mudah diamati, misalnya kebiasaan beribadah, prilaku terpuji dan keshalihan yang ditampilkan dalam keseharian jauh lebih penting dibandingkan dengan pencapaian nilai 9.

Setidaknya ada tiga landasan yang bisa digunakan untuk mengetahui berfungsi tidaknya pendidikan agama disekolah umum dalam menggugah kesadaran dan mendorong peserta didik melakukan perbuatan yang mendukung pembentukan pribadi muslim yang kuat. Pertama, landasan motivasional, yaitu pemupukan sikap positif peserta didik untuk menerima ajaran agamanya dan sekaligus bertanggung jawab atas pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, landasan etik, yaitu tertanamnya nilai-nilai atau norma-norma keagamaan peserta didik sehingga perbuatannya selalu diacu oleh isi, jiwa dan semangat akhlaqul karimah. Ketiga, landasan moral, yaitu terinternalisasinya sistem dalam diri peserta didik yang bersumber dari ajaran agamanya sehingga memiliki ketahanan moral dalam menghadapi setiap perubahan.

Berdasarkan ketiga landasan tersebut, maka pendidikan agama dipesantren, diniyah dan madrasah merupakan upaya untuk menanamkan seperangkat nilai agama yang mencakup lima dimensi;aqidah, ibadah, akhlaq, penghayatan, dan pengetahuan.


Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul : Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

 

 

Link Artikel : Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda

Tuesday, 18 September 2018

Apa Status Guru Sebenarnya?

Apa Status Guru Sebenarnya?
Guru
Apa Status Guru yang Sebenarnya? 

Anda Sedang Membaca Artikel yang Berjudul : Apa Status Guru yang Sebesarnya?

Apa Status Guru yang Sebenarnya? 

Baiklah kawan-kawan, kali ini kita akan membahas mengenai Apa Status Guru yang Sebenarnya. Pembahasan ini bertujuan supaya masyarakat paham dan mengerti status guru yang sebenarnya, baik dalam ranah personal, profesional dan sosial. 

Rekomendasi Bacaan untuk Anda: Kode Etik Guru Sebagai Profesi

Dalam buku yang bertajuk "Teacher in Changing Wordl" Karya Digumarti Bhaskara Rao, dijelaskan secara sistematis tentang status guru baik secara pribadi, sosial dan profesional. Itulah sebabnya Bhaskara Rao membagi status Guru menjadi (1) Personal Status (2) Profesional Status dan (3) Social Status. Ketiga status tersebut dapat dijelaskan Secara terperinci, Insyaa Allah.
Ketiga status tersebut memiliki implikasi terhadap tugas dan tanggung jawab, serta kebutuhan yang harus dipenuhi karena status yang melekat tersebut.

1. Status Personal
    a. Self esteem, artinya memiliki harga diri sebagai guru.
   b. Vision, artinya memiliki visi, yaitu memiliki pandangan, wawasan dan cita-cita tentang masa depan.
    c. Commitment artinya memiliki kepedulian dan kemauan yang keras untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru.
    d. Conviction, artinya memiliki keyakinan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
   e. Aspiration, artinya keinginan diri tentang sesuatu yang di cita-cita kan dalam melaksanakan tugasnya.
   f. Dignity artinya memiliki harkat dan martabat sebagai pendidik untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan moral dan hukum yang berlaku.

2. Status Profesional
   a. Responsibility, artinya memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik baiknya.
   b. Competence, artinya memiliki kompetensi dalam melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
  c. Accountability, artinya memiliki rasa tanggung jawab terhadap proses dan hasil dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
   d. Autonomy, artinya memiliki kemandirian dalam melaksanakan tugasnya.
  e. Knowledge, artinya memiliki pengetahuan yang luas dan keahlian untuk dapat mengemban tugasnya.
  f. Teacher Research, dapat merancang dan melaksanakan penelitian tentang pelaksanaan tugasnya sebagai guru.
  g. Publication, dapat menyampaikan laporan tentang pelaksanaan tugasnya, atau dapat membuat tulisan tentang pelaksanaan tugasnya sebagai guru.
  h. Profesional oraganisation, artinya secara aktif dapat mengikuti kegiatan organisasi pembinaan profesionalisme guru.
  i. Participative Management, artinya dapat berperan serta aktif dalam kegiatan yang terkait dengan pendidikan dan guru.

3. Status Sosial
    Material
   a. Salary, artinya menerima dan memiliki gaji yang memadai sesuai dengan beban tugas yang diembannya.
   b. Minimum Working Standards, artinya memperoleh standar kerja yang layak, selaras dengan statusnya.
   c. Welfare and Fringe benefits artinya memperoleh kesejahteraan yang memadai dan insentif tambahan yang wajar sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagai guru.

Non Material
    a. Respect, artinya memperoleh penghargaan dari masyarakat.
    b. Communuty Standing, artinya memperoleh pengakuan masyarakat.
  c. Partnership, artinya memperoleh dan dapat melaksanakan kerjasama kemitraan dengan stakeholder pendidikan, khususnya orang tua siswa dan masyarakat.
    d. Trust, artinya memperoleh kepercayaan dari masyarakat
    e.  Leadership, artinya dipandang sebagai panutan bagi warga masyarakat.

Dari pengklasifikasian diatas setidaknya kita dapat memandang seorang guru dari tiga sisi yang berbeda sesuai dengan ranah yang ditempati.

Demikian sedikit materi yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.
Terima Kasih telah membaca Artikel yang Berjudul: Apa Status Guru yang Sebenarnya. Dan simak terus artikel-artikel terbaru dari Alkasui, atau anda juga dapat membaca artikel lainnya dengan cara klik Sitemap.

Thursday, 6 September 2018

Kode Etik Guru Sebagai Profesi

Kode Etika Guru
Guru atau biasa disebut sebagai pendidik. Salah satu syarat sebagai profesi, Guru harus mempunyai kode etik sebagai pedoman dalam pelaksanaan profesinya. Kode etik tersebut disusun oleh organisasi profesi, di Indonesia adalah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Selain itu, ada beberapa organisasi lain yang anggotanya juga para guru. Misalnya, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk guru SMP, SMA dan SMK.,kelompok Kerja Guru (KKG), untuk guru SD, dan Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia, serta masih ada organisasi-organisasi yang lainnya.

Keikutsertaan Guru dalam berbagai Organisasi profesi Guru tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu profesionalisme guru. Berbagai jenis kegiatan organisasi profesi tersebut , seperti seminar pendidikan, lokakarya dan sebagainya. secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan wawasan tentang pelaksanaan tugas profesionalnya.Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat terdapat organisasi yang diberi nama Nasional Council for Social Studies (NCSS) atau Dewan Nasional untuk Guru IPS. yang setiap tahun menyelenggarakan konvensi secara nasional. Dalam kegiatan konvensional ini, para guru IPS dari berbagai negara bagian di Amerika mengambil bagian dalamberbagai kegiatan seminar yang membahas berbagai topik penting, seperti kurikulum, strategi dan metode mengajar, pameran media dan alat peraga, serta buku pelajaran yang sungguh dapat menjadi media bagi upaya peningkatan profesionalisme guru.

Sebagai tenaga profesional, guru juga memiliki kode etik, sebagai ketentuan dasar yang harus dijadikan sebagai pedoman dasar dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Kode etik tersebuut mengatur tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam menjalankan tugas profesionalnya. Berikut ini adalah kode etik guru Indonesia dirumuskan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia.

Klik Farhan Blog Untuk Melihat Artikel Menarik Lainnya

    KODE ETIK GURU INDONESIA

Guru Indonesia menyadari bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa dan negara, serta kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada UUD 1945, turut bertanggung jawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Oleh sebab itu guru Indonesia terpanggil untuk menuaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:
1. Guru Berbakti membimbing Peserta Didik untuk membentuk Manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.

2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran guru profesional.

3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan

4. Guru Menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang keberhasilan proses belajar mengajar.

5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan msyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan.

6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.

7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan,, dan kesetiakawanan sosial.

8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu Organisasi PGRI, sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.

9. Guru melaksanakan segala kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan.