Tuesday, 9 October 2018

Kopi dan Syair Hal-ihwal tentang Kopi dari Pakar Sejarah dan Ulama'

Kopi dan Syair Hal-ihwal tentang Kopi dari Pakar Sejarah dan Ulama'
Kopi

Kopi Lampung dan Keistimewaannya

Kopi, siapa yang tak mengenal Kopi? Siapa yang tak Suka Kopi? Setiap orang pasti mengenal Kopi. Kopi yang saya disini adalah minuman Kopi yang berasal dari biji Kopi. Ketika otak Perlu Inspirasi, segerah minum Kopi. Kopi menjadi kawan sehari-hari, menemani dalam setiap aktivitas yang sedang kita jalani. Bagi para penikmat kopi sudah pasti Kopi akan menjadi obat dikala sepi. Berbicara tentang Kopi, sudah banyak kopi yang go Internasional, contohnya adalah Kopi Luwak, yah Kopi yang terlebih dahulu di fermentasi dalam perut luwak, baru kemudian diolah menjadi minum yang memiliki cita rasa unik dan luarbiasa. Keunikan kopi luwak ini tentunya ada pada proses pengolahan dan penyajiannya.

Rekomendasi Bacaan Buat Kamu : Doa dan Keampuhan Membaca Doa

Selain kopi luwak, di Indonesia ada juga Kopi yang go Internasional diantarnya adalah Kopi Aceh, Kopi Liong dan Kopi-Kopi yang lain. Dan salah satu kopi yang juga tidak kalah dalam soal cita rasa dan kenikmatannya adalah Kopi Lampung. Tentunya para pecinta Kopi sudah kenal dengan Kopi satu ini. Kopi yang berasal dari perkebunan di Propinsi Lampung. Menurut beberapa sumber, Kopi Robusta lampung Ini sudah ada sejak tahun 1900, kopi robusta yang ada di Lampung ini awalnya di bawa oleh orang Belanda, karena kebiasaan orang Belanda yang suka ngopi itulah sehingganya Kopi Robusta ini sampai ke Lampung. Pusat perkebunan Kopi Robusta terbesar di Lampung adalah Lampung Barat, salah satu Kabupaten yang ada di Propinsi Lampung ini memang berada didaerah pegunungan dan beriklim dingin. Perkebunan Kopi yang ada di Lampung Barat ini kurang lebih mencapai 53.611 Ha. Perkebunan Kopi terluas kedua di Lampung berada di Kabupaten Tanggamus dengan luas sekitar 43.267 Ha. Kedua Kabupaten ini adalah penghasil Kopi terbesar di Lampung. Kopi robusta Lampung memiliki cita rasa yang memang luar biasa, sehingga banyak dinikimati oleh para pecinta kopi di Negeri ini. Bahkan Kopi Lampung ini menjadi salah satu kopi kualitas ekspor terbaik dan terbesar di Indonesia.

Kopi adalah Minuman Para Ulama'

Kopi yang setiap hari kita nikmati ini ternyata sudah di nikmati oleh para Ulama’ dan Ilmuwan Islam pada masa dulu. Salah satunya adalah Imam Najmuddin al_Ghazziy, bahkan beliau membuat syair yang meneritakan tentang kopi yang selalu beliau nikmati. Di Nusantara juga ada seorang Ulama’ yang membuat kitab khusus yang membahas hal-ihwal tentang Kopi dan Rokok, beliau adalah Syeikh Ihsan Jampes yang berasal dari Jampes Kediri.

Imam Najmuddin al-Ghazziy Seorang pakar sejarah mencatatkan dalam kitab al-Kawakib as-Sairah Fi A'yan al-Miah al-A'syirah bahwa : " Orang yang pertama kali menjadikan kebiasaan minum kopi sebagai minuman berkhasiat adalah syekh Abi Bakr Bin Abdullah Al-Aydrus , Beliau membuat racikan kopi dari buah pohon Bun." Sayyid Abdurrohman bin Muhammad bin Abdurrohman bin Muhammad al-Husainy al-Hadramy dari marga Al-Aydrus (1070 H-1113 H) mengatakan dalam kitabnya Iinaasush Shofwah bi Anfaasil Qahwah: " Biji kopi baru ditemukan pada akhir abad VIII H di Yaman oleh penemu kopi Mukha, Imam Abul Hasan Ali asy-Syadziliy bin Umar bin Ibrahim bin Abi Hudaimah Muhammad bin Abdulloh bin al-Faqih Muhammad Disa’in (nasabnya bersambung hingga kepada seorang sahabat bernama Khalid bin Asad bin Abil Ish bin Umayyah al-Akbar bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay).

Beliau adalah pengikut tarekat Syadziliyah, bukan pendirinya (karena pendiri tarekat Syadziliyah, Imam Abu Hasan asy-Syadziliy telah wafat pada tahun 828 H).". Dalam penemuan biji kopi, Imam Abul Hasan Assadzili mendahului Imam Abu Bakr al-Aydrus. Sehingga Imam Abul Hasan adalah penemu biji kopi, sedangkan Imam Abu Bakr Al-Aydrus adalah penyebar kopi di berbagai tempat. Beliau menggubah syair mengenai kopi sebagai berikut: "Wahai orang-orang yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya, kopi membantuku mengusir kantuk. Dengan pertolongan Alloh, kopi menggiatkanku taat beribadah kepada-Nya di kala orang-orang sedang terlelap."

Qahwah (kopi) :
- 'qaf' adalah quut (makanan),
- 'ha' adalah hudaa (petunjuk),
- 'wawu' adalah wud (cinta),
- dan 'ha' adalah hiyam (pengusir kantuk).

" Janganlah kau mencelaku karena aku minum kopi, sebab kopi adalah minuman para junjungan yang mulia."

Syeikh Abu Bakr bin Abdulloh al-Aydrus berkata tentang kopi yang digemarinya:
"Wahai qahwatul bunn (kopi)!
Huruf 'qaf' di awalmu adalah quds (kesucian),
huruf kedua 'ha' adalah hudaa (petunjuk), dan
huruf ketigamu adalah 'wawu'.
Huruf keempatmu adalah 'ha',
berikutnya 'alif' adalah ulfah (keakraban),
'lam' sesudahnya adalah lutfh (belas kasih dari Alloh).
'Ba' adalah basth (kelapangan), dan
'nun' adalah nur (cahaya).
Oh, kopi, kau laksana purnama yang menerangi cakrawala."

Imam Hamzah bin Abdullah bin Muhammad an-Nasyiriy al-Yamaniy asy-Syafi’I, penduduk Zabid (832 H-936 H) adalah seorang sastrawan ulung yang ahli tumbuh_tumbuhan. Dia menggubah seribu bait nadzam mengenai kemukjizatan al-Qur”an, menulis kumpulan fatwa, dan menggubah nadzam lebih dari 80 bait mengenai manfaat kopi, yang antara lain isinya adalah kopi bisa membangkitkan semangat seseorang dan mengantarkannya mencapai kesuksesan. Disebutkan dalam kitab Al-Linas bahwa huruf 'ba' dan 'nun' pada kata bunn (kopi), masing-masing berarti bidayah (permulaan) dan nihayah (akhir/puncak), yakni mengantarkan seseorang dari awal langkah hingga akhir/sampai sukses. Nah, demikian uraian tentang kegemaran dan sanjungan ulama Sufi akan kopi, manfaat, serta falsafah tentangnya.

Begitulah pembahasan tentang Kopi yang telah saya uraikan secara panjang lebar, semua dari kita pasti pernah menikmati Kopi, saking melegendanya Minuman ini seorang suradara membuat sebuah film yang bertema Kopi. Terima Kasih Telah membaca Artikel yang berjudul : Kopi dan Syair Hal-ihwal tentang Kopi dari Pakar Sejarah dan Ulama'

Monday, 8 October 2018

Do'a dan Keampuhan Membaca Do'a

Do'a dan Keampuhan Membaca Do'a
Do'a dan Keampuhan Membaca Do'a
Doa adalah Ibadah, begitulah yang disebutkan dalam sebuah hadist Nabi SAW “Ad-Du’a u huwal ‘Ibadatu”. Hadist ini diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir. Didalam alqur’an disebutkan ada beberapa istilah yang berkaitan dengan do’a, setidaknya ada enam istilah sebagaimana keterangan berikut ini.

* Arti kata DO'A yang terdapat dalam Al-Qur'an :

1.-Ibadat {QS.Yunus:106}
2.-Memohon pertolongan {QS.Al-Baqarah:23}
3.-Panggilan {QS.Al-Isra':52}
4.-Perkataan {QS.Yunus:10}
5.-Pujian {QS.Al-Isra':110}
6.-Permohonan {QS.AL-Mukmin:60}
* Fungsi DO'A :
1.-Otaknya ibadah
2.-Mendatangkan anugerah dari Allah
3.-Senjata orang beriman
4.-Tiangnya agama
5.-Cahaya langit dan bumi
6.-Mendatangkan kesejahteraan hidup
7.-Pembuka pintu rahmat
8.-Menolak bencana
9.-Menyelamatkan diri dari ancaman musuh
10.-Memudahkan datangnya rizqi
11.-Penentram batin
12.-Penyembuh berbagai macam penyakit
13.-Pengantar kebahagiaan dunia akhirat
14.-Penghubung sesama sahabat di tempat jauh
15.-Penghubung antara orang tua dan anak
16.-Penghubung bagi orang-orang yang telah meninggal
* Syarat terkabulnya DO'A :
1.-Ikhlas karena Allah
2.-Tidak terburu-buru
3.-Tidak untuk dosa
4.-Penuh keyakinan
5.-Makan dan minumnya harus dari barang halal
6.-Bertaqwa kepada Allah
7.-Dengan rendah hati dan suara lembut
8.-Sabar dan shalat
* Adab-adab berdo'a :
1.-Diawali dan diakhiri dengan Basmalah,Hamdalah,serta Shalawat
2.-Diulang 3x
3.-Menghadap kiblat seraya menadahkan tangan
4.-Memiliki wudhu'
* Tempat-tempat Mustajab :
1.-Ka'bah
2.-Pancuran emas ka'bah
3.-Pojok Hajar Aswad
4.-Hijir Ismail
5.-Sumur zam-zam
6.-Muzdalifah
7.-Shofa
8.-Marwah
9.-Tugu Ula Mina
10.-Tugu Wustho Mina
11.-Tugu 'Aqabah Mina
12.-Padang Arafah
13.-Masy'aril Haram
14.-Masjid Nabawi Madinah
15.-Majlis-majlis dzikir

‎* Waktu-waktu Mustajab :

1.-Antara adzan dan iqomah
2.-Sesudah shalat lima waktu
3.-Tengah malam yang sunyi
4.-Hari jum'at dan malamnya
5.-Ketika matahari condong sedikit ke arah barat
6.-Hari arafah
7.-Pertengahan bulan sya'ban
8.-Malam Idul fitri dan Idul adha
9.-Bulan ramadhan
10.-Ketika perang membela agama islam
11.-Ketika khatmul Qur'an
12.-Ketika turun hujan
13.-Ketika mendung gelap dan angin kencang
14.-Pada waktu terharu airmata keluar
15.-Ketika bersin
16.-Pada waktu membaca QS.Ar-Rahman setelah membaca ayat :
17."Kullu man 'alayhaa faanin"
18.-Pada waktu ruku' dan sujud
19.-Pada waktu melihat orang-orang lupa kepada Allah
20.-Pada waktu berdzikir bersama-sama

‎* Orang-orang yang do'anya terkabul :

1.-Orang yang teraniaya
2.-Orang yang berdo'a untuk saudara dari kejauhan
3.-Orang yang sedang berpuasa
4.-Orang yang sakit
5.sampai datang kesembuhan
6.-Orang yang terkena cobaan dari Allah
7.-Orang yang sedang dalam bepergian bukan untuk maksiat
8.-Orang yang sedang melaksanakan ibadah haji
9.-Orang yang berperang di jalan Allah
10.-Orang lanjut usia yang slalu taat
11.-Orang yang membantu orang yang sedang kesulitan
12.-Orang yang disantuni kepada yang menyantuni
13.-Orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah
14.-Orang yang banyak berjasa kepada masyarakat
15.-Orang yang membiasakan berdo'a di waktu senang
16.-Anak terhadap orang tuanya
17.-Orang tua terhadap anaknya
18.-Pemimpin yang adil dan bijaksana
19.-Segolongan orang-orang shaleh

Mungkin Ada banyak keluhan yang dirasakan oleh orang disekitar kita, terutama orang-orang yang selalu berdoa. Mereka meminta kepada Allah, tetapi doa yang mereka panjatkan belum mendapatkan jawaban dari Allah SWT. Sehingganya muncul rasa pesimis dalam diri mereka, mereka beranggapan bahwa Allah tidak mendengarkan keluhan dan kesusahan yang sedang mereka alami. Mengapa?

Pada hakikatnya ayat “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan”- adalah sebuah janji yang mutlak tidak mungkin diingkari oleh Allah Swt. karena sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS. Ra’d: 31).

Sabda Rasulallah Saw : “Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan”.

Dan beliaupun bersabda : “Nanti pada hari kiamat Allah Swt akan memperlihatkan setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman: Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan doa kepadaku, namun Aku tahan doamu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti doamu itu”. Orang yang berdoa itu terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya semua doanya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia”.

Dari kedua hadist diatas, kita akan mengerti dan memahami bahwa tidak semua apa-apa yang kita minta (doa) kepada Allah, tidak selalu baik untuk dikabulkan di dunia. Tetapi boleh jadi akan lebih baik bila diterima di akhirat kelak. Dan pada saat kita berdoa memohon kepada Allah, hakikatnya kita berada pada posisi dekat kepada Allah, sehingga walau tak dikabulkan di dunia, malah menjadi pahala penghapus dosa-dosa lalu. Lalu mengapa kita tidak berdoa?
Berdoa adalah ibadah, sebagaimana disebutkan diatas. Bahkan dikatakan sebagai ruhnya ibadah. Orang yang hidupnya tidak dilewati dengan berdoa maka ia adalah makhluk yang sombong. Padahal perilaku sombong adalah termasuk bagian sifat penghuni jahanam.

Sabda Rasulallah Saw :
Doa itu adalah ibadah. Kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala (yang artinya): “Dan Tuhanmu berfirman: “berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina

Syekh Ibnu Atthoillah memberikan nasehat didalam kitab Hikamnya:
Janganlah engkau putus asa karena tertundanya pemberian, padahal engkau telah mengulang-ulang doa. Allah menjamin pengabulan doa sesuai dengan apa yang Dia pilih untukmu, bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri, dan pada saat yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau ingini.
Di antara syarat diterimanya doa adalah apabila dilaksanakan dengan penuh harapan dan tidak berputus asa.

Belum terkabulnya doa seorang hamba, padahal ia telah berulang-ulang berdoa jangan sampai menjadikannya putus asa, karena Allah berfirman, ”Berdoalah kalian kepada-Ku maka Aku akan mengabulkanmu.” (Ghâfir: 60)
Allah SWT. akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Namun demikian, terkabulnya doa tidaklah terikat dengan kemauan si hamba akan tetapi lebih terikat dengan kehendak dan rencana Allah. Karena Allah Maha Mengetahui akan kondisi hamba-hamba-Nya; terkadang Allah menolak permintaan seorang hamba, karena memang yang terbaik adalah tidak terkabulnya doa itu. Dalam konteks ini, ketika Allah menolak suatu doa sebenarnya secara tersirat memberi, sebagaimana dikatakan oleh syaikh Atha’, ”Ketika Allah menolak sebuah permintaan sebenarnya memberi dan ketika memberi sebenarnya menolak.”

Untuk memperkuat pandangan ini, simaklah ayat berikut ini,

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Abu Dzar al-Ghifari berkata: Doa itu melengkapi amal kebajikan sebagaimana garam melengkapi makanan.

Seseorang yang berdoa hendaknya jangan tergesa-gesa, karena sesungguhnya orang yang berdoa kepada Allah niscaya akan dikabulkan segera atau lambat. Kadang kala permohonannya dikabulkan seketika, kadangkala dikabulkan pada waktu yang agak lama, kadang kala tidak dikabulkan di dunia dan nanti akan diganti dengan pahala di akhirat.

Setiap kita hendaknya selalu memposisikan diri sebagai hamba Allah yang berdoa, menangis di keheningan malam, memohon ampunan atas segala dosa di masa lalu. Memohon limpahan kemudahan hidup serta diselamatkan kelak dari api neraka.

Manusia yang merasa telah cukup puas dengan apa yang didapatkan didunia sehingga tidak mau berdoa adalah termasuk manusia yang merugi karena kesombongannya di hadapan Allah Swt.

Para nabi dan rasulpun selalu menengadahkan tangan memohon dan berdoa kepada Allah Swt siang dan malam tanpa lelah. Mereka yang telah dijamin kebahagiaan di akhirat kelak masih mau meminta pertolongan Allah. Sedang kita yang belum tahu di mana tempat akhir persinggahan masih melalaikan fasilitas doa yang telah disedia di dunia.

Sebagai suri tauladan kita dapat temukan beberapa kisah para nabi dan rasul yang berdoa untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka. Seperti:

  1. Nabi Adam As bapak para manusia memohon ampunan karena telah mendzalimi dirinya memakan buah khuldi di surga. Saat diturunkan didunia, setiap hamparan tanah tak terlepas dari tetesan air mata penyesalan beliau. Doa beliau:

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf: 23)

  1. Nabi Ibrahim As bapak para nabi mendoakan tanah suci makkah sebagai tanah yang diberkati oleh Allah, sehingga walau pun terdiri dari tanah yang tandus dan berbatuan, tetapi selalu dilimpahi rahmat dari berbagai buah-buah.

"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Albaqoroh: 126)

  1. Nabi Musa as, nabi yang telah menyelamatkan bani Israil dari kukungan Firaun di mesir, pada saat beliau mendapat kesusahan untuk berdakwah karena cacat pada lidahnya, maka ia berdoa:
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thoha: 25-28)

  1. Nabi Sulaiman As, seorang yang mendapat kenikmatan dunia yang luar biasa, yang memiliki kekuasaan atas jin, manusia, binatang, angin dan air masih mampu mengucapkan doa.
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh." (QS. An-Naml: 19)

Masih banyak doa-doa yang diucapkan para nabi dalam al-Quran, yang tentunya bila kita mau mentadaburi nya kita akan menjadi malu. Alangkah sombongnya kita, alangkah angkuhnya kita, alangkah malangnya diri kita yang telah menyia-nyiakan waktu dan umur kita dari perbuatan doa kepada Allah sedang para Nabi pun berdoa.

Berdoalah, agar kita mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Melengkapi Ta'bir ditas "Telah datang dalam Raghaaib al-Quran milik al-Habiib as-Salmy, dari Sa’id Bin Jubair dari Ibn Abbas ra, ia berkata “Pertama kali diturunkannya BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM pada Nabi Sulaiman Bin Daud As terbukalah dunia dan para Malaikat merendahkan diri, ialah bacaan penduduk langit, kemudian ia diangkat dan diturunkan pada Nabi Muhammad SAW dalam surat an-Naml, maka ia menjadi pembuka yang agung bagi Muhammad SAW, maka saat kalian membacanya perpanjangkanlah karena ia adalah yang mulia, saat kalian menulisnya maka bacalah karena ia adalah penawar setiap penyakit, dan sebuah pembicaraan tidak diawali dengan selainnya, maka ia dijadikan pembuka setiap yang samar, dan tidak tertolak doa yang permulaannya BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”. [ Lanhah al-Anwaar I/477 ].
Nabi SAW bersabda “Tidak tertolak doa yang awalnya adalah BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”. [ Lanhah al-Anwaar I/480-484 ].

Untuk menggapai hasil yang kita cita-citakan, setiap orang punya usaha keras. Siang malam mengeluarkan keringat untuk menggapainya. Mau usaha laundrynya sukses, bisnis komputernya lancar, atau berhasil dalam menghadapi ujian berbagai usaha pemasaran, inovasi produk dan belajar keras pun dilakukan. Namun satu hal yang mesti seorang pengusaha atau seorang yang ingin meraih keberhasilan perhatikan adalah bagaimana dirinya jangan sampai melupakan Rabb yang memudahkan segala urusan. Betapa pun usaha yang kita lakukan, itu bisa jadi sia-sia ketika kita melupakan Rabb Ar Rahman yang mengabulkan segala hajat. Dengan banyak memohon pada Al Fattaah, Maha Pemberi Karunia, segala hal bisa jadi lebih mudah. Inilah yang jadi senjata seorang muslim yang mesti ia gunakan untuk meraih suksesnya.

Janji Allah Bagi Orang yang Memanjatkan Do’a

Ayat-ayat qur’aniyah berikut menunjukkan keutamaan seseorang yang memanjatkan do’a. Allah Ta’alaberfirman,
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.” (QS. Ghofir/ Al Mu’min: 60)
 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Beberapa hadits berikut juga menunjukkan bagaimanakah keutamaan seseorang yang tidak bosan-bosannya memohon pada Allah. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Do’a adalah ibadah.”

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a.”

Dari Abu Sa’id, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-do’a kalian.”

Bukti Ampuhnya Do’a

Beberapa kisah berikut membuktikan betapa ampuhnya do’a bagi seorang muslim.

(1) Do’a Ummu Salamah sehingga bisa menikah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada sebuah hadits dari Ummu Salamah -salah satu istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkata bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa [Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik]”,

maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Lihatlah bagaimana do’a Ummu Salamah bisa dikabulkan dengan diberi suami seperti Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini menunjukkan ajaibnya do’a.

(2) Kisah Seorang Istri yang Mendoakan Suaminya yang Bejat
Ada seorang suami yang benar-benar jauh dari ketaatan pada Allah Ta’ala, yang gemar melakukan dosa. Ia memiliki istri yang sholehah. Istrinya ini senantiasa memberinya nasehat, wejangan dan berlemah lembut dalam ucapan pada suaminya, namun belum juga nampak bekas kebaikan pada diri sang suami. Si istri ini pun tahu bahwa do’a kepada Allah Ta’ala adalah sebaik-baiknya cara (agar suaminya bisa mendapatkan hidayah).Karena Allah subhanahu wa ta’ala yang memberi petunjuk pada siapa saja yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki. Si istri ini akhirnya terus menerus berdoa agar Allah memperbaiki keadaan suaminya menjadi baik dan menunjukkan suaminya ke jalan yang lurus (shirothol mustaqim). Ia tidak bosan-bosannya berdoa akan hal ini siang dan malam.


Akhirnya si istri mendapatkan waktu yang ia nanti-nanti. Suatu hari hidayah pun menghampiri suaminya, nampak pada suaminya tanda kembali taat. Suaminya akhirnya gemar lakukan kebaikan, ia pun bertaubat dan kembali kepada Allah Ta’ala. Walillahil hamd, segala puji hanya untuk Allah.[5] Lihatlah bagaimana lagi satu kisah yang menunjukkan keinginan yang terwujud berkat do’a pada Allah.

(3) Kisah Seorang Pria yang Dikaruniai Anak di Usia Senja.

Ada seorang pria menikahi seorang wanita. Ia sudah bersama wanita tersebut beberapa tahun lamanya, namun belum juga dikaruniai anak. Lalu ia menikah lagi dengan wanita lainnya, Allah pun belum menakdirkan baginya untuk memiliki anak. Hal ini membuat ia semakin merindukan memiliki buah hati. Ketika usianya sudah beranjak dewasa, ia menikah lagi dengan wanita ketiga. Padahal umurnya ketika itu adalah 60 tahun. Di setiap malam, ia selalu melakukan shalat tahajud. Di waktu sahr (menjelang Shubuh), ia berdo’a pada Allah, “Ya Allah, karuniakanlah padaku seorang anak laki-laki atau seorang anak perempuan.” Dengan karunia Allah subhanahu wa ta’ala, akhirnya istrinya pun hamil. Kemudian datanglah waktu istrinya melahirkan. Ia pun diberikan kabar gembira dengan diberi rizki seorang putera. Ia begitu amat gembira dan banyak bersyukur pada Allah. Beberapa waktu lagi setelah kelahiran tadi, Allah memberinya juga seorang puteri. Fa subhanal kariim. Maha Suci Allah atas karunia-Nya.

Kisah ini menunjukkan bagaimana ampuhnya do’a bagi seorang muslim. Mendapatkan keturunan di usia tua juga sudah dialami oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Namun Nabi Ibrahim mendapatkan anak dengan istri yang sama-sama juga sudah berusia senja. Allah Ta’ala menceritakan,

 “Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’qub. Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” ” (QS. Huud: 71-72)

Itulah karunia Allah, suatu hal yang mustahil bisa saja terjadi dengan izin Allah.

(4) Seorang Pemuda yang Berdo’a agar Dimudahkan Menundukkan Pandangan dari yang Haram

Ada seorang pemuda yang sempat melihat video-video (porno) dan gambar lain yang diharamkan. Ia pun bertekad kuat agar terhindar dari melihat seperti itu. Namun ia tidak mampu. Kemudian ia mampu. Ia pun berdo’a pada Allah Ta’ala agar Allah menjaga pendengaran dan penglihatannya dari yang haram. Akhirnya, Allah memperkenankan do’anya. Dari sini ia pun tidak suka melihat gambar-gambar yang terlarang seperti itu. Sampai-sampai ia pun bisa menghafalkan Al Qur’an karena sikapnya yang menjauhi maksiat.

Kisah ini membuktikan bahwa kita bisa terhindar dari maksiat hanya dengan taufik Allah, jalannya adalah dengan banyak memohon pada Allah. Laa hawla wa laa quwwata illa billah, tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi maksiat kecuali dengan pertolongan Ar Rahman. Do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan agar kita bisa menjaga pandangan, pendengaran dan hati kita dari kejelekan dan maksiat adalah do’a,

“Allahumma inni a’udzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii wa min syarri maniyyii” (Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, hati dan angan-angan yang rusak).


Jika Sobat ingin menambah wawasan Tentang Islam Silahkan Mampir ke sini : Ngajifiqih.com referensi seputar islam

Sunday, 7 October 2018

Adab Berdoa Menurut Syaikh Hujjatul Islam (Imam Ghozali)

Adab Berdoa Menurut Syaikh Hujjatul Islam (Imam Ghozali)
Adab Berdoa Menurut Syaikh Hujjatul Islam (Imam Ghozali)
Adab Berdoa Menurut Syaikh Hujjatul Islam (Imam Ghozali)

Do’a merupakan sebuah ibadah atau bahkan dapat disebut sebagai dari inti ibadah. Ada pula yang menyebutkan bahwa do’a adalah senjata orang mukmin. Berdo’a tidak hanya dalam keadaan sempit saja, namun juga dalam keadaan lapangpun sebagai mukmin harus tetap berdo’a kepada Allah SWT. Namun, dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang harus diperhatikan, terutama masalah adab dalam berdo’a. Kali ini saya akan membahas Adab Berdoa Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW menurut Syaikh Hujjatul Islam Imam Ghozali. Imam Abu hamid al-Ghozali berkata dalam Kitab Ihyaa’
Adab berdoa ada sepuluh ringkasannya kurang lebihnya begini :
  • Hendaklah kita mengamati dan memilih waktu-waktu yang baik dan mulia untuk berdoa. Dengan berdasarkan hadits Rasulullah Imam al-Ghazali dalam Ihya’nya mencontohkan bahwa waktu–waktu yang baik itu adalah seperti hari Arafah, bulan Ramadhan hari Jum’at, dan diwaktu sahur.
  • Hendaklah kita mempergunakan kesempatan berdoa pada keadaan–keadaan yang mulia. Dengan berdasarkan hadits Rasulullah pula Imam al-Ghazali mencontohkan dalam kitabnya tersebut bahwa keadaan yang baik adalah seperti ketika berada dalam barisan (shaf) peperangan (jihad fisabilillah), ketika turunnya hujan, antara azan dan iqamat, ketika hari kala kita sedang berpuasa dan ketika berada pada sujud sembahyang.
  • Hendaklah kita berdoa dengan menghadap qiblat (Ka’bah), baik berdoa setelah shalat atau pada waktu-waktu lainnya, begitu yang dilakukan Rasulullah kala Beliau berdoa. Adapun jika berdoa setelah shalat fardhu maka menurut Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibariy dalam kitabnya Fat-hul Mu’in, bahwa menghadap qiblat hanya disunatkan bagi selain imam. Adapun bagi imam maka sebaiknya ia berdiri pada tempat ia sembahyang dan menghadap jama’ah jika dari para jama’ah itu tidak terdapat orang perempuan, atau sebaiknya bagi imam berdoa dengan mengarahkan pihak kanannya kearah makmum sedangkan qiblat berada pada pihak kirinya.
  • Hendaklah kita berdoa dengan mengangkatkan dua tangan kelangit (keatas). Menurut Syeikh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibariy dalam kitabnya Irsyaadil ‘Ibaad bahwa hukum mengangkat dua tangan itu adalah disunatkan bagi selain orang yang sedang sembahyang dan yang sedang berkhutbah, adapun bagi keduanya maka tidak disunatkan mengangkat dua tangan. Dan tangan yang diangkat itu adalah tangan yang dalam keadaan suci dan diangkat sampai sejajar tingginya dengan dua bahu. Adapun tangan yang bernajis menurut Syeikh Sayed Bakri bin Sayed Muhammad Syatha dalam kitab beliau I’anatuth Thaalibin maka hukum mengangkatnya adalah makruh walaupun tangan itu tertutup. Dan jika adalah hal yang didoakan itu merupakan hal yang sangat rumit dan mendesak maka menurut beliau berdasarkan al-Kurdiy bahwa tangan itu diangkat bukan sejajar dengan bahu tapi lebih keatas lagi, sekira-kira tampaklah putih–putih ketiaknya. Menurut Syeikh Syihabuddin Qulyubiy dalam kitab beliau Hasyiyah al-Mahalliy bahwa telapak tangan itu dirapatkan dan sebaiknya dalam keadaan terbuka, artinya telapak tangan tidak ditutup dengan penutup apapun jua. Hal itu kita lakukan sebagai isyarah kita sedang menadah pemberian dan anugerah dari Tuhan, dan dalam keadaan seperti itu maka pandangan mata ditujukan kelangit (keatas), sebagai isyarah kita memperhatikan rahmat Allah yang sedang diturunkan, dan setelah selesai berdoa maka tangan itu disapukan kewajah.
  • Hendaklah berdoa dengan suara yang lunak dan sayup. Yang dimaksudkan disini adalah jangan meninggikan suara sampai terdengar oleh orang lain dan jangan pula mengecilkannya sampai tak terdengar pada diri sendiri. Guru besar kita pembangun mazhab Syafi’iy yaitu Muhammad bin Idris asy-Syafi’ie yang dikenal dengan Imam Syafi’iy dalam kitab beliau yang terkenal yaitu al-Um bahwa beliau berkata, “Saya memilih (berpendapat) bahwa disunatkan bagi imam dan makmum apabila telah selesai dari shalat agar mereka berzikir dan berdoa dan hendaknya mereka melakukan itu dengan merendahkan suara, kecuali kalau ia seorang imam yang bermaksud ingin mengajarkan zikir dan doa kepada para jama’ah maka baguslah jika ia membesarkan suaranya sebatas para jama’ah itu belum bisa, adapun jika mereka telah bisa maka suara imam kala berzikir dan berdoa itu harus dikecilkan kembali. Pendapat maha guru kita itu telah diikuti oleh semua murid beliau dan semua penganut mazhab Syafi’ie termasuk Syeikh Zainuddin al-Malibariy dalam kitabnya Fathul Mu’in, dan beliau menambahkan bahwa boleh juga bagi imam untuk membesarkan suara dalam zikir dan doanya jika ia bermaksud agar makmum atau para jama’ah membaca amien untuk doanya tersebut. Dan beliau menyebutkan dalam kitab tersebut, menurut guru beliau Syihabuddin Syeikh Ibnu Hajar al-Haitamiy bahwa terlalu membesarkan suara ketika berzikir dan berdoa didalam masjid, sekira-kira dapat mengganggu kekhusyukkan orang sembahyang maka membesarkan suara adalah sepantasnya diharamkan.
  • Hendaklah kita dalam berdoa tidak membebani diri dengan bersajak. Kecuali pada doa-doa yang pernah diajari oleh Rasulullah, karena do’a yang paling bagus yang kita bacakan adalah do’a–do’a yang diajarkan oleh Rasulullah maka walaupun terdapat sajak didalamnya tapi tidak termasuk membebani diri. Yang dimaksud dengan bersajak ialah membebani diri dengan mencari persamaan kata atau huruf pada akhir kalimat lalu tidak memperhatikan maksud dari doa yang sedang dibaca itu, karena yang dituntut kala berdoa bukan persamaan kata tapi merendah diri dengan hati yang khusyuk dan lidah yang hina.
  • Hendaklah keadaan kita dalam berdoa dengan merendah diri dan dengan khusyuk serta bersikap bahwa kita harap dan takut kepada Allah. Menurut Syeikh Jalaluddin al-Mahalliy dalam kitabnya Tafsir al-Jalalaini bahwa yang dimaksud dengan harap adalah bahwa kita dalam berdoa dengan satu kepastian bahwa kita berada dalam rahmat Allah SWT. dan kita pula harus cemas dan takut dari azab-Nya.
  • Hendaklah kita mengokohkan doa dengan satu keyakinan bahwa doa itu pasti diperkenankan sebagaimana yang Allah janjikan. Dan hendaklah kita berbaik sangka pada Tuhan dengan membenarkan harapan bahwa doa pasti diterima-Nya. Disebutkan dalam berbagai kitab bahwa “Tuhan akan bersikap terhadap kita hamba menurut sangkaan kita terhadap-Nya, kalau kita menyangka bahwa Tuhan akan berbuat baik pada kita maka kebaikanlah yang diberikan Tuhan bagi kita, dan sebaliknya jika kita beranggapan bahwa yang akan diperbuat Tuhan terhadap kita adalah keburukan maka hal yang terburuklah yang bakal menghimpit kita nantinya. Oleh karena itu maka hendaklah kita dalam berdoa harus dengan satu keyakinan dan rasa percaya bahwa pintu keampunan Allah itu jauh lebih besar dibandingkan dengan dosa–dosa kita. Dan pintu rahmat Allah terbuka lebar bagi siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang mau bertaubat dan mau berdoa pada-Nya. Dan rahmat yang luas itu akan diberikan bagi semua yang memerlukannya dan mau meminta kepada-Nya. Dari satu sisi bahwa kita dihadapan Tuhan harus mengakui kesalahan dan dosa yang kita lakukan dalam sebuah pengakuan yang melambangkan penyesalan bukan kepuasan dan bangga, dan dari sisi lain bahwa kita juga harus mengakui bahwa keampunan Allah SWT. jauh lebih besar dari sebesar apapun dosa-dosa kita.
  • Hendaklah kita berdoa dengan penuh kesungguhan dan mengulang–ulang doa itu sampai tiga kali.
  • Hendaklah kita memulai doa dengan menyebut nama Allah dan memuji kehebatan dan kebesaran-Nya apakah dalam bentuk Basmalah, Hamdalah, atau Zikir–Zikir lain yang sifatnya merupakan bentuk sanjungan kita kepada Allah SWT. setelah memuji Allah SWT. maka kita membaca shalawat kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW. Hal ini mengandung pengertian bahwa janganlah kita dalam berdoa menuju lansung pada permohonan dan permintaan, tapi berikan dulu kata-kata sanjungan dan pujian akan kebesaran Tuhan dan kemurahan-Nya. Tidakkah kita memperhatikan pengajaran Allah SWT. pada surat al-Fatihah, bahwa dalam surat tersebut sesungguhnya Allah SWT. mengajarkan kita akan cara berdoa kepada-Nya dengan firman-Nya. “Berikan Kami Jalan Yang Lurus. Yaitu Jalan Yang Telah Engkau Berikan Bagi Mereka, Yang Tidak Adalah Mereka Itu Dimurkakan Dan Tidak Pula Dalam Kesesatan. Doa tersebut tertulis setelah kata-kata pujian dan sanjungan terhadap dirinya pada ayat sebelumnya dengan firman-Nya “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Segala Jenis Puji-Pujian Itu Hanyalah Hak Istimewa Bagi Allah Pemilik Alam Jagat Raya. Yang Pengasih Dan Penyayang. Yang Merupakan Raja Pada Hari Kiamat. Hanya Engkau Yang Kami Sembah Dan Hanya Kepada Engkau Pula Kami Mohon Pertolongan”.
  • Hendaklah kita berdoa dengan memelihara adab bathiniyah. Adab inilah yang merupakan pangkal dan modal agar doa kita diterima oleh Allah SWT”. [ Ihyaa’ ‘Uluumiddiin I/304 ]. Wallaahu A'lamu bis Showaab.
Demikian sekilah Penjelasan tentang Adab Berdoa Menurut Imam Ghozali dalam Kitabnya Ihya' Ulumuddin. Anda Juga dapat membaca Artikel yang berjudul : Rebo wekasan akhir Bulan shafar, Hukum dan Amaliyah pada Rebo Wekasan

Rebo wekasan akhir Bulan shafar, Hukum dan Amaliyah pada Rebo Wekasan


Rebo wekasan akhir Bulan shafar, Hukum dan Amaliyah pada Rebo Wekasan
Rebo Wekasan

Rebo wekasan akhir Bulan shafar, Hukum dan Amaliyah pada Rebo Wekasan


Rebo wekasan, atau Rabu terakhir dibulan Shafar adalah sebuah tradisi ritual yang selalu dilakukan oleh mayoritas masyarakat islam bersuku jawa, sunda, madura dll. Ritual ini dilaksanakan setiap pada hari rabu terakhir bulan Shafar dengan melakukan berbagai macam aura, bacaan dan beberapa sholat sunnah. Rebo wekasan sudah berlangsung sejak turun temurun dai masa ke masa. Biasanya Ritual Rebo wekasan dilaksanakan di masjid secara berjamaah yang di imami oleh satu orang.

Rekomendasi Bacaan Untu Anda : Pengertian dan Hukum Telon Telon Tradisi Jawa

Menurut sejarah yang berkembang dikalangan masyarakat, Asal-usul tradisi Rebo wekasan bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (w.1151 H) dalam kitab “Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (biasa disebut: Mujarrobat ad-Dairobi). Anjuran serupa juga terdapat pada kitab: ”Al-Jawahir Al-Khams” karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (w. th 970 H), Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya.
Lalu bagaimana Pandangan Islam Tentang Ritual Rebo Wekasan?

Dalam menyikapi hal ini perlu ditinjau dari beberapa sudut pandang, memang ada sebuah hadist namun berstatus Dla’if. Dari Ibn Abbas ra, Nabi Saw bersabda: “Rabu terakhir dalam sebulan adalah hari terjadinya naas yang terus-menerus.” HR. Waki’ dalam al-Ghurar, Ibn Mardawaih dalam at-Tafsir, dan al-Khathib al-Baghdadi. (dikutip dari Al-Hafidz Jalaluddin al-Suyuthi, al-Jami’ al-Shaghir, juz 1, hal. 4, dan al-Hafizh Ahmad bin al-Shiddiq al-Ghumari, al-Mudawi li-‘Ilal al-Jami’ al-Shaghir wa Syarhai al-Munawi, juz 1, hal. 23).

Selain dla’if, hadits ini juga tidak berkaitan dengan hukum (wajib, halal, haram, dll), melainkan hanya bersifat peringatan (at-targhib wat-tarhib).

Muktamar NU yang ketiga, menjawab pertanyaan “bolehkah berkeyakinan terhadap hari naas, misalnya hari ketiga atau hari keempat pada tiap-tiap bulan, sebagaimana tercantum dalam kitab Lathaiful Akbar” memilih pendapat yang tidak mempercayai hari naas dengan mengutip pandangan Syekh Ibnu Hajar al-Haitamy dalam Al-Fatawa al-Haditsiyah berikut ini:

Barangsiapa bertanya tentang hari sial dan sebagainya untuk diikuti bukan untuk ditinggalkan dan memilih apa yang harus dikerjakan serta mengetahui keburukannya, semua itu merupakan perilaku orang Yahudi dan bukan petunjuk orang Islam yang bertawakal kepada Sang Maha Penciptanya, tidak berdasarkan hitung-hitungan dan terhadap Tuhannya selalu bertawakal. Dan apa yang dikutip tentang hari-hari nestapa dari sahabat Ali kw. Adalah batil dan dusta serta tidak ada dasarnya sama sekali, maka berhati-hatilah dari semua itu” (Ahkamul Fuqaha’, 2010: 54).

Mungkin ada pertanyaan, bagaimana dengan firman Allah Ta’ala, yang artinya:’’Kaum ‘Aad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku, Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus. yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang” (Q.S al-Qamar (54:18-20).

Imam al-Bagawi dalam tafsir Ma’alim al-Tanzil menceritakan, bahwa kejadian itu (fi yawmi nahsin mustammir)  tepat pada hari Rabu terakhir bulan Shafar. Orang Jawa pada umumnya menyebut Rabu itu dengan istilah Rabu Wekasan. Hemat penulis, penafsiran ini hanya menunjukkan bahwa kejadian itu bertepatan dengan Rabu pada Shafar dan tidak menunjukkan bahwa hari itu adalah kesialan yang terus menerus.

Istilah hari naas yang terus menerus atau yawmi nahsin mustammir juga terdapat dalam hadis nabi. Tersebut dalam Faidh al-Qadir, juz 1, hal. 45, Rasulullah bersabda, “Akhiru Arbi’ai fi al-syahri yawmu nahsin mustammir (Rabu terakhir setiap bulan adalah hari sial terus).”

Hadits ini lahirnya bertentangan dengan hadits sahih riwayat Imam al-Bukhari sebagaimana disebut di atas. Jika dikompromikan pun maknanya adalah bahwa kesialan yang terus menerus itu hanya berlaku bagi yang mempercayai. Bukankah hari-hari itu pada dasarnya netral, mengandung kemungkinan baik dan jelek sesuai dengan ikhtiar perilaku manusia dan ditakdirkan Allah.

Oleh sebab itu hari tersebut menjadi hari yang terberat di sepanjang tahun. Maka barangsiapa yang melakukan shalat 4 rakaat (nawafil, sunnah), di mana setiap rakaat setelah al-Fatihah dibaca surat al-Kautsar 17 kali lalu surat al-Ikhlash 5 kali, surat al-Falaq dan surat an-Naas masing-masing sekali; lalu setelah salam membaca do’a, maka Allah  dengan kemurahan-Nya akan menjag a orang yang bersangkutan dari semua bala bencana yang turun di hari itu sampai sempurna setahun.

Mengenai amalan-amalan tersebut di atas, mengutip KH. Abdul Kholik Mustaqim, Pengasuh Pesantren al-Wardiyah Tambakberas Jombang, para ulama yang menolak adanya bulan sial dan hari nahas Rebo Wekasan berpendapat (dikutip dengan penyesuaian):

Pertama, tidak ada nash hadits khusus untuk akhir Rabu bulan Shofar, yang ada hanya nash hadits dla’if yang menjelaskan bahwa setiap hari Rabu terakhir dari setiap bulan adalah hari naas atau sial yang terus menerus, dan hadits dla’if ini tidak bisa dibuat pijakan kepercayaan.

Kedua, tidak ada anjuran ibadah khusus dari syara’.Ada anjuran dari sebagian ulama’ tasawwuf namun landasannya belum bisa dikategorikan hujjah secara syar’i.

Ketiga, tidak boleh, kecuali hanya sebatas sholat hajat lidaf’ilbala’almakhuf (untuk menolak balak yang dihawatirkan) atau nafilah mutlaqoh (sholat sunah mutlak) sebagaimana diperbolehkan oleh Syara’, karena hikmahnya adalah agar kita bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Mengutip pandangan KH Miftakhul Akhyar tentang hadits kesialan terus menerus pada Rabu terakhir tiap bulan, dinyatakan:

Naas yang dimaksud adalah bagi mereka yang meyakininya, bagi yang mempercayainya, tetapi bagi orang-orang yang beriman meyakini bahwa setiap waktu, hari, bulan, tahun ada manfaat dan ada mafsadah, ada guna dan ada madharatnya. Hari bisa bermanfaat bagi seseorang, tetapi juga bisa juga naas bagi orang lain…artinya hadits ini jangan dianggap sebagai suatu pedoman, bahwa setiap Rabu akhir bulan adalah hari naas yang harus kita hindari. Karena ternyata pada hari itu, ada yang beruntung, ada juga yang buntung. Tinggal kita berikhtiar meyakini, bahwa semua itu adalah anugerah Allah.” Wallahu ‘A’lam.

Hukum meyakini datangnya malapetaka di akhir Bulan Shafar, sudah dijelaskan oleh hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada penyakit menular. Tidak ada kepercayaan datangnya malapetaka di bulan Shafar. Tidak ada kepercayaan bahwa orang mati itu rohnya menjadi burung yang terbang.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Menurut al-Hafizh Ibn Rajab al-Hanbali, hadits ini merupakan respon Nabi Saw terhadap tradisi yang brekembang di masa Jahiliyah. Ibnu Rajab menulis: “Maksud hadits di atas, orang-orang Jahiliyah meyakini datangnya sial pada bulan Shafar. Maka Nabi SAW membatalkan hal tersebut. Pendapat ini disampaikan oleh Abu Dawud dari Muhammad bin Rasyid al-Makhuli dari orang yang mendengarnya. Barangkali pendapat ini yang paling benar. Banyak orang awam yang meyakini datangnya sial pada bulan Shafar, dan terkadang melarang bepergian pada bulan itu. Meyakini datangnya sial pada bulan Shafar termasuk jenis thiyarah (meyakini pertanda buruk) yang dilarang.” (Lathaif al-Ma’arif, hal. 148).

Hadis ini secara implisit juga menegaskan bahwa Bulan Shafar sama seperti bulan-bulan lainnya. Bulan tidak memiliki kehendak sendiri. Ia berjalan sesuai dengan kehendak Allah Swt.

Muktamar NU ke-3 juga pernah menjawab tentang hukum berkeyakinan terhadap hari naas, misalnya hari ketiga atau hari keempat pada tiap-tiap bulan. Para Muktamirin mengutip pendapat Ibnu Hajar al-Haitami dalam Al-Fatawa al-Haditsiyah sbb: “Barangsiapa bertanya tentang hari sial dan sebagainya untuk diikuti, bukan untuk ditinggalkan dan memilih apa yang harus dikerjakan serta mengetahui keburukannya, semua itu merupakan perilaku orang Yahudi dan bukan petunjuk orang Islam yang bertawakal kepada Sang Maha Pencipta. Apa yang dikutip tentang hari-hari naas dari sahabat Ali kw. adalah batil dan dusta serta tidak ada dasarnya sama sekali, maka berhati-hatilah dari semua itu” (Ahkamul Fuqaha’, 2010: 54).
Bagaimana Hukum Shalat Rebo Wekasan?

Shalat Rebo Wekasan (sebagaimana anjuran sebagian ulama di atas), jika niatnya adalah shalat Rebo Wekasan secara khusus, maka hukumnya tidak boleh, karena Syariat Islam tidak pernah mengenal shalat bernama “Rebo Wekasan”. Tapi jika niatnya adalah shalat sunnah mutlaq atau shalat hajat, maka hukumnya boleh-boleh saja. Shalat sunnah mutlaq adalah shalat yang tidak dibatasi waktu, tidak dibatasi sebab, dan bilangannya tidak terbatas. Shalat hajat adalah shalat yang dilaksanakan saat kita memiliki keinginan (hajat) tertentu, termasuk hajat li daf’il makhuf (menolak hal-hal yang dikhawatirkan).

Syeikh Abdul Hamid Muhammad Ali Qudus (imam masjidil haram) dalam kitab Kanzun Najah Was Surur halaman 33 menulis: “Syeikh Zainuddin murid Imam Ibnu Hajar Al-Makki berkata dalam kitab “Irsyadul Ibad”, demikian juga para ulama madzhab lain, mengatakan: Termasuk bid’ah tercela yang pelakunya dianggap berdosa dan penguasa wajib melarang pelakunya, yaitu Shalat Ragha’ib 12 rakaat yang dilaksanakan antara Maghrib dan Isya’ pada malam Jum’at pertama bulan Rajab…….. Kami (Syeikh Abdul Hamid) berpendapat : Sama dengan shalat tersebut (termasuk bid’ah tercela) yaitu Shalat Bulan Shafar. Seseorang yang akan shalat pada salah satu waktu tersebut, berniatlah melakukan shalat sunnat mutlaq secara sendiri-sendiri tanpa ada ketentuan bilangan, yakni tidak terkait dengan waktu, sebab, atau hitungan rakaat.”

Keputusan musyawarah NU Jawa Tengah tahun 1978 di Magelang juga menegaskan bahwa shalat khusus Rebo Wekasan hukumnya haram, kecuali jika diniati shalat sunnah muthlaqah atau niat shalat hajat. Kemudian Muktamar NU ke-25 di Surabaya (Tanggal 20-25 Desember 1971 M) juga melarang shalat yang tidak ada dasar hukumnya, kecuali diniati shalat mutlaq. (Referensi: Tuhfah al-Muhtaj Juz VII, Hal 317).

HUKUM BERDOA


Berdoa untuk menolak-balak (malapetaka) pada hari Rabu Wekasan hukumnya boleh, tapi harus diniati berdoa memohon perlindungan dari malapetaka secara umum (tidak hanya malapetaka Rabu Wekasan saja). Al-Hafidz Zainuddin Ibn Rajab al-Hanbali menyatakan: “Meneliti sebab-sebab bencana seperti melihat perbintangan dan semacamnya merupakan thiyarah yang terlarang. Karena orang-orang yang meneliti biasanya tidak menyibukkan diri dengan amal-amal baik sebagai penolak balak, melainkan justru memerintahkan agar tidak keluar rumah dan tidak bekerja. Padahal itu jelas tidak mencegah terjadinya keputusan dan ketentuan Allah. Ada lagi yang menyibukkan diri dengan perbuatan maksiat, padahal itu dapat mendorong terjadinya malapetaka. Syari’at mengajarkan agar (kita) tidak perlu meneliti melainkan menyibukkan diri dengan amal-amal yang dapat menolak balak, seperti berdoa, berzikir, bersedekah, dan bertawakal kepada Allah Swt serta beriman pada qadla’ dan qadar-Nya.” (Ibn Rajab, Lathaif al-Ma’arif, hal. 143).

KESIMPULAN


Tradisi Rebo Wekasan memang bukan bagian dari Syariat Islam, akan tetapi merupakan tradisi yang positif karena (1) menganjurkan shalat dan doa; (2) menganjurkan banyak bersedekah; (3) menghormati para wali yang mukasyafah (QS. Yunus : 62). Karena itu, hukum ibadahnya sangat bergantung pada tujuan dan teknis pelaksanaan. Jika niat dan pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan syariat, maka hukumnya boleh. Tapi bila terjadi penyimpangan (baik dalam keyakinan maupun caranya), maka hukumya haram.

Bagi yang meyakini silahkan mengerjakan tapi harus sesuai aturan syariat dan tidak perlu mengajak siapapun. Bagi yang tidak meyakini tidak perlu mencela atau mencaci-maki.

Mengenai indikasi adanya kesialan pada akhir bulan Shafar, seperti peristiwa angin topan yang memusnahkan Kaum ‘Aad (QS. Al-Qamar: 18-20), maka itu hanya satu peristiwa saja dan tidak terjadi terus-menerus. Karena banyak peristiwa baik yang juga terjadi pada Rabu terakhir Bulan Shafar, seperti penemuan air Zamzam di Masjidil Haram, penemuan sumber air oleh Sunan Giri di Gresik, dll.

Kemudian, betapa banyak orang yang selamat (tidak tertimpa musibah) pada Hari Rabu terakhir bulan Shafar, meskipun mereka tidak shalat Rebo Wekasan. Sebaliknya, betapa banyak musibah yang justru terjadi pada hari Kamis, Jum’at, Sabtu, dll (selain Rabu Wekasan) dan juga pada bulan-bulan selain Bulan Shafar. Hal ini menunjukkan bahwa terjadinya musibah atau malapetaka adalah urusan Allah, yang tentu saja berkorelasi dengan sebab-sebab yang dibuat oleh manusia itu sendiri.

Mengenai cuaca ekstrim yang terjadi di bulan ini (Shafar), maka itu adalah siklus tahunan. Itu adalah fenomena alam yang bersifat alamiah (Sunnatullah) dan terjadi setiap tahun selama satu bulanan (bukan hanya terjadi pada Hari Rabu Wekasan saja). Intinya, sebuah hari bernama “Rebo Wekasan” tidak akan mampu membuat bencana apapun tanpa seizin Allah Swt. Wallahu a’lam.

Thursday, 27 September 2018

Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis

Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis
Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis

Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis

Anda Sedang Membaca Artikel yang Berjudul: Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis

  

Link Artikel: Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis


Bagaimana Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis itu?


Oke, sebelumnya saya ucapkan terimakasih karena kawan-kawan sekalian telah sudi berkunjung ke blog jelek dan tak terawat ini. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan berbagi tutorial Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis dan simpel tentunya. Dizaman digital dan online seperti saat ini, segala hal yang dulunya sulit dan susah untuk dijangkau sekarang sudah berubah menjadi lebih mudah dan gampang. Seperti halnya Undangan sebuah acara, baik itu Pernikahan, Tasyakuran, Khitanan, dan lain sebagainya, kini sudah merambah ke dunia online dan audio visual. Jadi, untuk sekarang ini ketika ada orang yang mengadakan sebuah acara terutama Pernikahan, pasti akan membuat desain undangan se-menarik mungkin, dengan bahan yang bervariasi pula. Kalau zaman dulu banget nih, waktu saya masih kecil yang paling banyak digunakan adalah undangan kosong yang dibeli dari pasaran, karnea zaman dulu selain masih jarang yang memiliki percetakan, zaman dulu belum seheboh zaman sekarang.

Rekomendasi Bacaan Untuk Kamu, iya KamuDownload Aplikasi Genius Scanner untuk Android Gratis

Akhir-akhir ini Undangan tidak lagi sebatas kertas yang disebarkan secara langsung ataupun melalui media sosial, tapi sudah ada jenis undangan digital berupa video animasi dan undangan berbasis online (semacam web). Dengan adanya undangan seperti ini, pastiny akan lebih menarik dan lebih simpel untuk disebarkan melalui media sosial. Kita tidak perlu lagi repot mengambil gambar undangan yang sudah jadi kemudian sebar ke media, karena kita tinggal menyebarkan link undangan tersebut sesuai kehendak kita. Pasti pada pingin tau kan bijimane cara membuat undangan berbasis web atau Undangan Online Gratis, akan saya kasih tau caranya. Disini kita akan membuat Undangan Pernikahan Online Gratis di penyedia layanan yaitu nikah.co.id. Situs nikah.co.id adalah sebuah situs penyedia layanan gratis dan berbayar untuk membuat undangan pernikahan secara gratis dan bagus. Fitur yang ada dalam undangan tersebut juga lumayan unik, Menu Beranda, Acara, Lokasi dan Diskusi, jadi ketika Link sudah disebar, dan ingin berkomentar bisa langsung melalui undangananya dan bisa dibalas oleh si pembuat undangan. Di situs ini kita bisa memilih template sesuai dengan keinginan kita, dan kita dapat memilih yang free atau premium (berbayar). Bisa dilihat pada Contoh Undangan Pernikahan Online Gratis ini, hal ini tentu akan sangat membantu kita dalam memberi kabar kepada sanak saudara, teman, rekan kerja, sahabat dan orang-orang yang berada jauh disana hanya dengan sekali klik saja.

Langkah-langkah Pembuatan Undangan Pernikahan Online Gratis

  1. Persiapakn Email Aktif boleh gmail, yahoo, dan lain-lain. Email aktif ini nantinya digunakan untuk register dan log in ke akun nikah.co.id. Jika sudah memiliki email aktif lanjut pada tahap berikutnya.
  2. Buka Situs nikah.co.id , maka akan muncul jendela beranda dari situs tersebut seperti pada gambar dibawah ini.
  3. Berikutnya, untuk lebih memudahkan kita, langsung saja pilih tema, caranya kita klik pada menu pilih tema dipojok kanan kita. Setelah kita klik menu pilih tema, maka akan muncul beberapa tema yang disediakan oleh nikah.co.id, kita bisa memilih yang gratis ataupun yang premium. Jika rekan-rekan ingin membuat yang gratis, silahkan klik tema yang bertuliskan free, dan sebelum memilih tema tersebut, kita juga bisa melalukan review terlebih dahulu.
  4. Langkah selanjutnya setelah kita memilih dan menentukan tema yaitu membuat undangannya. Namun sebelum kita memasuki pada tahap pembuatan undangan tersebut, terlebih dahulu kita tentukan nama subdomain nya. Nama subdomain ini bisa di isi dengan nama calon pengantin, misalnya, romeojuliet.nikah.co.id. Kemudian Cek ketersediaan. Jika nama subdomain tersebut tersedia, langkah selanjutnya adalah mengisi form nya, disini ada tiga form yang harus diisi, yaitu form informasi mempelai pria, informasi mempelai wanita beserta lengkap dengan waktu pelaksanaan hari pernikahannya dan yang ketiga adalah form register atau login..
  5. Tahap berikutnya setelah kita mengisi informasi mempelai dan hari pelaksanaan, yaitu membuat akun (bagi pengguna baru) dan bisa langsung log in (bagi yang sudah memiliki akun). Seperti biasa ketika kita membuat akun-akun lainnya, yaitu memasukkan Email aktif, dan password, selanjutnya klik buat undangan. Namun jangan lupa untuk mengecek Email kita, karena perlu melakukan konfirmasi terlebih dahulu untuk mendapatkan akses penuh.
  6. Setelah itu kita akan dibawa pada halaman beranda, disinilah kita akan mulai melakukan proses editing undangannya. Mulai dari Import Foto dan musik, atau kita juga bisa memperbaiki peta lokasi acaranya. Jika kita tidak ingin ribet, kita bisa menggunakan Musik yang telah disediakan oleh penyedia layanan. Lakukan editing sesuai dengan keinginan kita.
  7. Setelah setelah proses editing selesai, selanjutnya adalah klik Publish. disini kita akan mendapatkan masa aktif selama tiga bulan. Lumayan lah dengan emat biaya kita bisa menyebar undangan keren berupa Undangan berbasis web atau Undangan Online. Untuk mempublikasikan undangannya kita tinggal sebar saja link nya.
Tentunya Gaes, dengan membuat undangan seperti akan lebih menghemat biaya dan tenaga, juga hemat di kuota, he he...tapi inget, ini hanya berlaku bagi kaum millenial lho ya, bagi jaman old, harus tetep menggunakan undangan yang seperti biasanya, dan harus di silaturrahmi satu persatu. Karena enggak semua Kaum Jaman Old memahami dan mengerti dengan dunia Internet, dan kita harus maklum gaes. Sekedar saran aja ya gan, kalau kita ingin mendapatkan hak akses dan fitur secara full, maka gunakanlah yang premium atau berbayar, karena kita bisa mendapatkan layanan-layanan yang lebih. Yah sebagaimana kita tau gaes, kalau mau yang berkualitas tentunya enggak gratis, lah trus apa ini enggak berkualitas? ya berkualitas donk, karena kita tinggal pakai saja tanpa mengeluarkan biaya mahal. Nah untuk itu kita bisa memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya.

Oke Gaes, demikianlah Tutorial dari saya mengenai Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis, Bagi yang mau Merried bisa dicoba nih trik cakep dari abang ganteng Alkasui, Cieee loh Abang Ganteng wkwkwkwkwk...

Terimakasih Telah Membaca Artikel Berjudul: Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis.


Link Artikel: Cara Membuat Undangan Pernikahan Online Gratis


Jika ingin membaca Artikel-artikel menarik lainnya, poro konco seng isek gembiro iso moco neng Sitemap. Kritik dan Saran Sangat saya tunggu Gaes. Salam babang Ganteng Alkasui 

Friday, 21 September 2018

Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)
Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

Mengenal Sibos Pintar

Anda Sedang Membaca Artikel yang Berjudul : Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

 

Link Artikel : Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

 

Apa Itu Sibos Pintar?


Sibos Pintar, Sebelumnya, Disini saya akan memperkenalkan dan mereview tentang aplikasi Sibos Pintar yang diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK Madrasah). Hadirya Sibos Pintar ini sempat menggemparkan dunia persilatan Operator Madrasah, pasalnya Aplikasi yang baru saja di rilis dan sama sekali belum ada sosialisasi tetapi sudah ada deadline hingga 30 September 2018. Padahal, Pihak Kanwil dan Kabupaten belum menerbitkan edaran terkait Aplikasi Sibos Pintar ini. Sambil menunggu Edaran resmi dari pihak Kanwil dan Kabupaten ada baiknya jika para operator khususnya untuk mempelajari Aplikasi Sibos Pintar supaya nanti tidak kaget ketika edaran resmi sudah turun dari pihak kanwil dan Kabupaten, dan Kalaupun aplikasi ini tidak jadi diterapkan di Madrasah anggap saja kita sudah mendapatkan ilmu tambahan.

Rekomendasi Bacaan Untuk Anda :Peran dan Fungsi Guru

Sibos Pintar adalah Sebuah sistem Informasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP), yang tujuannya adalah untuk memvalidasi penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar, untuk menuntaskan proses validasi data dengan Sibos Pintar ini tentu saja diperlukan beberapa tahapan yang harus dikerjakan. Awalnya, Sibos Pintar ini hanya dibagikan dalam bentuk aplikasi dekstop online yang hanya bisa diakses melalui internet. Artinya, Aplikasi SIbos Pintar yang sudah disimpan dalam Hardisk kita, kemudian sebagai pintu masuk untuk input data kedalam aplikasi harus menggunakan jaringan internet.

Manfaat Sibos Pintar


Dengan Hadirnya Aplikasi Sibos Pintar ini, diharapkan seluruh data penerima BOS dan PIP lebih akurat, terukur, dan lebih akuntable, dengan demikian penyaluran dana BOS dan PIP lebih tepat sasaran dan lebih mudah di monitor. Baru-baru ini Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah (KSKK Madrasah) telah merilis aplikasi Sibos Pintar terbaru Pada Tanggal 20 September 2018, rilis terbaru ini lebih mudah dari aplikasi sebelumnya, sebab Sibos Pintar yang baru saja dirilis ini bersifat Portable. Jadi kita tidak perlu repot-repot installasi untuk menggunakannya. Kita hanya Mendownload kemudian Buka.

Dalam Rilis terbarunya Sibos Pintar ini mengalami beberapa Perubahan, diantaranya Terdapat Perubahan pada Jendela Log in. Pada Jendela Log in disediakan pilihan Wilayah Propinsi, disediakannya pilihan wilayah ini mengkin untuk membagi-bagi server dalam wilayah masing-masing, sehingga jika terjadi kelebihan akses pada wilayah tertentu yang akan mengalami kendala hanya pada wilayah tersebut, kira-kira seperti itu.

Langkah-langkah Penggunaan Aplikasi Sibos Pintar Rilis Terbaro 20 September 2018


Setelah rekan-rekan berhasil mendownload aplikasi Sibos Pintar ikuti Langkah-langkah berikut ini:
  1. Ekstrack Aplikasi Sibos Pintar Rilis Terabru 20 Sep 2018 yang sudah rekan-rekan Download tadi
  2. Buka Folder hasil Ekstrack tadi
  3. Klik dua kali pada "Sibospintar_Admin"
  4. Kemudian akan Muncul Jendela "Log in" 
  5. Selanjutnya, Klik Tombol "Pilih Propinsi"
  6. Setelah itu Klik dua kali pada Menu "Nasional"
  7. Klik Dua Kali pada Nama Propinsi Masing-masing
  8. Masukkan User ID beserta Passwordnya, selanjutnya Klik Log In (User ID Standar : NSM Masing-masing madrasah, Passwordnya : 12345).

Untuk Lebih Jelasnya silahkan rekan-rekan Download User Manual Sibos Pintar di Tautan Berikut ini: https://madrasah.kemenag.go.id/sibospintar/web/manual

dan Aplikasi Sibos Pintar Rilis terbaru 20 September 2018 Dapat anda Download pada tautan berikut ini : SIBOS PINTAR RILIS TERBARU

Terimakasih Telah Membaca Artikel yang Berjudul : Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install)

 Semoaga Artikel : Download Sibos Pintar 2018 Kemenag Terbaru Portable (Tanpa Install) bermanfaat Bagi Rekan-rekan sekalian.


Anda Juga dapat Membaca Artikel Menarik dan Terbaru Lainnya dengan Cara Klik Sitemap Selanjutnya Selamat Membaca.
 

Thursday, 20 September 2018

Peran dan Fungsi Guru

Peran dan Fungsi Guru
Peran dan Fungsi Guru
Peran dan Fungsi Guru

 

Anda Sedang Membaca Artikel yang Berjudul : Peran dan Fungsi Guru

Link Artikel : Peran dan Fungsi Guru


Status Guru mempunyai implikasi terhadap peran dan fungsi yang menjadi tanggungjawabnya. Guru memiliki satu kesatuan peran dan fungsi yang tidak dapat dipisahkan, antara kemampuan mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih. Keempat kemampuan tersebut merupakan kemampuan integratif, yang satu tidak dapat dipisahkan dengan yang lain. Misalnya, seseorang yang dapat mendidik tetapi tidak memiliki kemampuan membimbing, mengajar, dan melatih, maka ia tidak dapat disebut sebagai guru yang paripurna. Seharusnya, Seseorang yang memiliki kemampuan megajar, tetapi tidak memiliki kemampuan mendidik. membimbing dan melatih, juga tidak dapat disebut sebagai guru yang sebenarnya. Guru harus memiliki kemampuan keempat-empatnya, keempat kemampuan tersebut secara terminologis akademis dapat dibedakan antara satu dengan yang lain. Namun dalam kenyataan dan prakteknya di lapangan, keempat hal tersebut harus menjadi satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan.
Meskipun demikian, seorang guru adalah manusia biasa. Ia sama sekali bukan manusia super yang tanpa cacat. Guru adalah manusia biasa yang juga memiliki kekurangan dan kelebihan. Itulah sebabnya, keempat kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru berada dalam gradasi yang beraneka ragam. Ada guru yang memiliki kelebihan dalam satu kemampauan, tetapi kurang dalam kemampuan yang lain. Sebagai Contoh,ada guru yang dapat dijadikan panutan dalam tingkah laku siswa, tetapi sedikit kurang ilmu pengetahuan yang ditransfer melalui proses mengajar. Demikian seterusnya kemampuan dalam membimbing dan melatih.

Secara komprehensif seorang guru harus memiliki keempat kemampuan tersebut secara utuh, meski ada kemampuan mendidik lebih dominan dibandingkan dengan kemampuan yang lain. Sesuai dengan fokus kemampuannya, dapat disebut beberapa macam guru, misalnya guru pendidik, guru pembimbing, guru pelatih dan guru pengajar.

Berdasarkan tanggung jawab yang diembannya guru dapat dibedakan menjadi lima macam, yaitu:
  1. Guru Kelas, jika ia mempunyai tugas untuk mengajarkan sebagian besar mata pelajarandisatu kelas saja, dan ia tidak mengajar dikelas lain.
  2. Guru Mata Pelajaran, jika hanya memiliki tugas mengajar dan hanya satu pelajaran saja.
  3. Guru Bimbingan dan Konseling, yakni guru yang diberi tugas untuk memberikan bimbingan bagi peserta didik, baik dalam menghadapi kesulitan belajar, maupun untuk memilih karir masa depan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.
  4. Guru Pustakawan, yakni guru yang selain memiliki tugas utamanya, ia juga diberi tugsa tambahan lain untuk mengurus perpustakaan sekolah.
  5. Guru Ekstrakurikuler, yakni guru yang diberi tugas tambahan lain sebagai pembimbing kegiatan ekstrakurikuler seperti, pembina pramuka, pembina olahraga, pembina kelompok ilmiah remaja, seni musik, seni tari dan sebagainya.
Secara ideal, seorang guru sebaiknya memang harus  memiliki banyak kemampuan pengetahuan dan keterampilan. Namun, kemampuan akademis pokok yang harus dimiliki adalah sebagai guru pengajar, yakni lebih memiliki kemampuan dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peserta didik. Adapun kemampuan yang lainnya sebagai kemampuan yang mendukung  terhadap kemampuan utamanya tersebut.

Sebagai Pendidik, Guru lebih banyak sebagai sosok panutan yang memiliki nilai moral dan agama yang patut ditiru dan diteladani.oleh siswa. COntoh dan keteladanan itu lebih merupakan aspek-aspek sikap dan perilaku, budi pekerti luhur, dan akhlaq mulia, seperti jujur tekun, mau belajar, amanah, sosial, dan sopan santun terhadap sesama. SIkap dan perilaku guru yang sehari-hari dapat diteladani oleh siswa di dalam maupun diluar kelas merupakan alat pendidikan yang diharapkan akan membentuk kepribadian siswa kelak dimasa mendatang.Dalam konteks inilah maka sikap dan prilaku guru menjadi semacam bahan ajar secara tidak langsung yang dikenal dengan 'Hidden Curiculum". SIkap dan prilaku menjadi bahan ajar yang secara langsung maupun tidak langsung akan ditiru dan di ikuti oleh para siswa. Dalam hal ini guru dipandang sebagai 'Role Model' yang akan digugu dan ditiru oleh muridnya.

Guru Sebagai Pengajar

Guru diharapkan memiliki pengetahuan yang luas tentang disiplin ilmu yang harus diampu untuk ditransfer kepada siswa. Dalam hal ini, guru harus menguasai materi yang akan diajarkan, menguasai penggunaan strategi dan metode mengajar yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar dan menentukan alat evaluasi pendidikan yang akan digunakan untuk menilai hasil belajar siswa, aspek-aspek manajemen kelas, dan dasar-dasar kependidikan.

Guru Sebagai Pembimbing

Guru Juga perlu memiliki kemampuan untuk dapat membimbing siswa, memberikan dorongan psikologis agar siswa dapat menepikan faktor-faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mengganggu proses pembelajaran di dalam maupun di luar sekolah, serta memberikan arah dan pembinaan karir siswa sesuai dengan bakat dan kemampuan siswa.

Guru Sebagai Pelatih

Guru harus memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada siswa untuk dapat menerapkan konsepsi atau teori kedalam praktek yang akan digunakan langsung dalam kehidupan. Dalam aspek ini, guru perlu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa agar siswa memperoleh pengalaman belajar sebanyak-banyaknya, khusunya untuk mempraktikkan berbagai jenis keterampilan yang mereka butuhkan.

Disisi lain guru sering dicitrakan memiliki peran ganda yang dikenal sebagai EMASLIMADEF (Education, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Inovator, Motivator, Dinamisator, Evaluator dan Fasilitator) EMASLIMADEF ini lebih merupakan peran kepala sekolah, tetapi dalam skala mikro di kelasperan itu juga harus dimiliki oleh para guru.

Sebagai Educator,

Merupakan peran yang pertama bagi seorang guru, khususnya untuk peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama. Peran ini lebih tampak sebagai teladan bagi peserta didik, sebagai 'role model' memberikan contoh dalam hal sikap dan prilaku membentuk kepribdaian peserta didik.'

Sebagai Manager, 

Guru Pendidik memiliki peran untuk menegakkan ketentuan dan tatatertib yang telah disepakati bersama disekolah, memberikan arahan atau rambu-rambu ketentuan agar tatatertib di sekolah dapat di laksanakn dengan baik oleh seluruh warga sekolah.

Sebagai Administrator

Guru memiliki peran untuk melaksanakan administrasi sekolah, seperti buku presensi siswa, buku daftar nilai, buku rapor, administrasi kurikulum, dan administrasi penilaian. Bahkan secara administratif para guru seyogyanya juga memiliki rencana mengajar, program semester dan program tahunan, dan yang paling penting adalah menyampaikan laporan pendidikan kepada orang tua siswa dan masyarakat.

Sebagai Supervisor

terkait dengan pemberian bimbingan dan pengawasan keapda peserta didik, memahami permasalahan yang dihadapi peserta didik, menemukan permasalahan yang terkai dengan proses pembelajaran, dan akhirnya memberikan jalan keluar pemecahan masalahnya.

 

Sebagai Leader

Memiliki peran sebagai Leader seorang guru lebih tepat dibandingkan dengan peran sebagai manager, karena manager bersifat kaku terhadap ketentuan yang ada. Dari aspek penegakkan disiplin, sebagai misal, guru menekankan disiplin mati. Sementara sebagai leader lebih memberikan kebebasan secara bertanggung jawab kepada peserta didik. Dengan demikian, disiplin yang ditegakkan oleh guru adalah disiplin hidup.

 

Sebagai Inovator

Dalam melaksanakan peran sebagai Inovator, seorang guru harus memiliki kemauan belajar yang cukup tinggi untuk menambah pengetahuan dan keterampilan sebagai guru. Tanpa adanya semangat belajar yang tinggi mustahil guru dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Sebagai Motivator

Adapun Peran Guru Sebagai Motivator terkait dengan peran sebagai Educator dan Supervisor. Untuk meningkatkan semangat dan gairah belajar yang tiggi, siswa perlu memiliki motivasi yang tinggi, baik motivasi dari dalam dirinya sendiri maupun motivasi dari luar yang utamanya berasal dari gurunya.


Terima Kasih Telah Membaca Artikel yang berjudul : Peran dan Fungsi Guru di Blog Alkasui.


Semoga bisa memberikan manfaat dan menambah wawasan pengetahuan kita semua. Untuk Membaca Artikel Menarik dan Terbaru Lainnya Anda bisa mengunjungi Sitemap.
dan Happy Reading

Wednesday, 19 September 2018

Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah
Santri

Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

 

Anda Sedang Membaca Artikel yang berjudul : Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

 

Link Artikel : Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

 

Karakteristik Pendidikan Agama


Khazanah pendidikan Islam setidaknya menyebut tiga istilah yang mewakili kata pendidikan, yaitu Ta'lim, tarbiyah dan ta'dib. Istilah ta'lim mengesankan proses pemberian bekal pengetahuan kepada seseorang. Sedangkan Tarbiyah mengacu pada pengertian "Proses pembinaan dan pengarahan bagi pembentukan keperibadian dan sikap mental". Sementara istilah Ta'dib mempunyai makna sebagai proses pembentukan moral dan sikap etika dalam kehidupan dalam mengacu pada peningkatan martabat manusia. Istilah yang terakhir ini lebih tepat dengan pengertian "pembelajaran".

Berdasarkan ketiga istilah tersebut jelas bahwa pendidikan mengacu pada sebuah proses pembentukan atau pengarahan yang mencakup pengembangan aspek pengetahuan. Skill, sikap mental atau kepribadian dan moral atau etika. Karena bersentuhan dengan aspek pengembangan sikap, moral, dan kepribadian. Pendidikan Agama Islam sesungguhnya sangat sarat nilai. Sebagaimana sifat pendidikan nilai mempunyai muatan yang bersifat afektif, kognitif dan psikomotorik. Pendidikan agama islam memiliki prinsip-prinsip dasar yang harus disampaikan kepada peserta didik.meliputi dimensi keyakinan (ideologis, tauhid, aqidah) dimensi peribadatan (ritual ibadah) pengalaman (konsekuensi, akhlaq), penghayatan (eksperiencial, ihsan) dan dimensi pengetahuan (intelektual, 'ilm).

DImensi keyakinan disebut juga akidah atau iman kepada Allah (tauhid) menunjukkan kepada seberapa tinggi tingkat keyakinan seorang muslim terhadap kebenaran agamanya. Dalam islam isi dimensi ini menyangkut apa yang populer dinamakan pilar iman (arkaanul Iman). Karena keimanan merupakan aspek asasi, pendidikan agama disemua jenis dan jenjang pendidikan menempatkan iman sebagai salah satu kompetensi dasar yang sangat penting.

Dimensi peribadatan menunjukkan pada tingkat kepatuhan seseorang dalam menjalankan perintah atau amaliah ritual atau ibadah Mahdhah yang terkumpul dalam arkanul islam, yaitu syahadat, sholat, puasa zakat dan ibadah haji bagi sudah mampu, serta upaya peneguhan hubungan bagi upaya manusia dengan tuhan seperti dzikir, do'a, i'tikaf, dan lain-lain. Sebagaimana dimensi keyakinan, dimensi ibadah menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus diajarkan guru agama kepada peserta didik. Hanya saja, aspek ibadah ini harus di fahami secara tepat agar dalam pelaksanaan pembelajaran tidak terjebak pada verbalisme atau penekanan lebih kuat pada formalitas dan rutinitas semata. Ibadah harus difahami sebagai proses sadar untuk pembentukkan kepribadian dan pemupukan kualitas diri. Setiap ritual ibadah mempunyai rahasia (hikmah) yang harus disampaikan secara tepat kepada peserta didik baik melalui pembiasaan atau melalui riyadhah.

Rekomendasi Bacaan Untuk Anda: Apa Status Guru Sebenarnya?

Adapun dimensi pengamalan atau akhlaq merupakan perwujudan seberapa tinggi seorang muslim berprilaku karena di motivasi oleh ajaran agamanya. Akhlaq merupakan cerminan dari iman dan hasil dari peneguhan ibadah. Namun, pengertian akhlaq dalam islam tidak sekedar seperangkat peraturan mengenai sopan santun, cara bersalaman, cara berpakaian dan lain-lain, tetapi keseluruhan kepribadian muslim seperti kemandirian, kejujuran, kedisiplinan, bertanggung jawab, sikap tanpa pamrih, cinta ilmu, krittis, dan bekerja keras. NIlai-nilai seperti inilah yang mestinya menjadi bahan ajar pembelajaran diberbagai jenis dan jenjang pendidikan.

Menilik Prinsip-prinsio dasar diatas maka tujuan utama pendidikan islam bukanlah sekedar mengalihkan pengetahuan dan keterampilan (sebagai isi pendidikan), melainkan lebih merupakan suatu ikhtiar untuk menumbuh kembangkan fitrah insani sehingga peserta didik dapat menjadi penganut atau pemeluk agama yang taat dan baik (muslim paripurna). Seluruh dimensi keimanan, peribadatan, akhlak, penghayatan, dan pengetahuan keagamaan yang diberikan kepada peserta didik di orientasikan pada tujuan tersebut. Karena itu, muatan pendidikan agama haruslah bersifat komprehansif, serba meliputi segala hal yang berkaitan denga ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap atau kepribadian sebagai seorang muslim. Mutu pendidikan agama dan pencapaian prestasi peserta didik tidak begitu saja bisa ditagih lewat tes atau evaluasi hasil belajar yang selanjutnya nagka tinggi diberikan kepada meraka yang dapat menjawab dengan baik. Pendidikan agama lebih mempunyai muatan kualitatif lebih dari sekedar hafalan atau kemampuan kuantitatif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tertulis. Mutu dan keberhasilan pendidikan agama mestinya diukur dengan totalitas peserta didik sebagai pribadi muslim. Indikator yang mudah diamati, misalnya kebiasaan beribadah, prilaku terpuji dan keshalihan yang ditampilkan dalam keseharian jauh lebih penting dibandingkan dengan pencapaian nilai 9.

Setidaknya ada tiga landasan yang bisa digunakan untuk mengetahui berfungsi tidaknya pendidikan agama disekolah umum dalam menggugah kesadaran dan mendorong peserta didik melakukan perbuatan yang mendukung pembentukan pribadi muslim yang kuat. Pertama, landasan motivasional, yaitu pemupukan sikap positif peserta didik untuk menerima ajaran agamanya dan sekaligus bertanggung jawab atas pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, landasan etik, yaitu tertanamnya nilai-nilai atau norma-norma keagamaan peserta didik sehingga perbuatannya selalu diacu oleh isi, jiwa dan semangat akhlaqul karimah. Ketiga, landasan moral, yaitu terinternalisasinya sistem dalam diri peserta didik yang bersumber dari ajaran agamanya sehingga memiliki ketahanan moral dalam menghadapi setiap perubahan.

Berdasarkan ketiga landasan tersebut, maka pendidikan agama dipesantren, diniyah dan madrasah merupakan upaya untuk menanamkan seperangkat nilai agama yang mencakup lima dimensi;aqidah, ibadah, akhlaq, penghayatan, dan pengetahuan.


Terima kasih telah membaca artikel yang berjudul : Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah

 

 

Link Artikel : Metodologi Pembelajaran Agama di Pesantren dan Madrasah Diniyyah


Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda